Iran Menolak Diktat AS tentang Nuklir: Ancaman Perang Dunia 3

by -119 Views

Iran menolak tawaran terbaru dari Amerika Serikat terkait penyelesaian sengketa nuklir yang sudah berlangsung selama beberapa dekade. Seorang diplomat Iran menyebut tawaran tersebut sebagai “non-starter” karena dianggap tidak memenuhi kepentingan Iran dan tidak mencerminkan sikap Washington yang lebih lunak terhadap isu pengayaan uranium. Iran sedang menyiapkan tanggapan negatif terhadap proposal AS dan masih menolak permintaan untuk menghentikan program pengayaan uranium serta mengirim seluruh persediaan uranium yang telah diperkaya ke luar negeri. Pemerintah AS hanya bersedia mencabut sanksi terkait nuklir secara bertahap, sementara Iran menuntut pencabutan segera seluruh sanksi yang memberatkan ekonomi negara mereka. Kebuntuan dalam negosiasi ini semakin memperparah ketegangan di Timur Tengah, dengan AS menekankan tujuannya untuk pembatasan potensi Iran mengembangkan senjata nuklir sebagai langkah untuk menjaga keamanan sekutu mereka, terutama Israel. Meski demikian, Iran menyatakan bahwa program nuklir mereka bersifat damai dan hanya digunakan untuk tujuan energi dan penelitian medis. Dalam konferensi pers, pejabat Iran menyebut bahwa Teheran dapat mempertimbangkan penghentian sementara pengayaan uranium jika AS bersedia membebaskan dana Iran yang dibekukan serta mengakui hak Iran atas pengayaan uranium untuk keperluan sipil sebagai bagian dari kesepakatan politik yang lebih luas. Meskipun tekanan datang tidak hanya dari AS, Iran juga diingatkan oleh Saudi Arabia dan Menteri Pertahanan Arab Saudi agar serius mempertimbangkan tawaran terbaru AS guna menghindari konflik militer dengan Israel. Namun, dengan pengaruh Iran yang menurun di kawasan serta kemunduran militer kelompok sekutu Iran, seperti Hamas, Hizbullah, Houthi di Yaman, dan milisi Syiah di Irak, situasi semakin kompleks.

Source link