Proyek Kebanggaan RI: Dampak Defisit Dagang dengan China

by -128 Views

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, mengungkapkan bahwa kebijakan hilirisasi yang diterapkan pemerintah telah memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Salah satu contohnya adalah surplus perdagangan yang terjadi, terutama dengan China. Febrio menjelaskan bahwa kebijakan ini telah mendorong ekspor lebih besar daripada impor, menciptakan surplus perdagangan yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir.

Selain itu, larangan ekspor bahan mentah dan kewajiban membangun smelter di dalam negeri telah mendorong industri untuk memproduksi produk turunan bernilai tinggi, seperti feronikel dan matte nikel. Hal ini membuat nilai tambah tercipta di Indonesia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia juga menegaskan bahwa program hilirisasi telah memberikan nilai tambah yang signifikan, terbukti dari peningkatan nilai ekspor nikel setelah dilakukan hilirisasi di dalam negeri.

Dari program hilirisasi ini, nilai ekspor nikel Indonesia meningkat secara signifikan dari US$ 3,3 miliar pada 2018-2019 menjadi US$ 35 miliar pada 2023-2024. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan hilirisasi telah berhasil membantu meningkatkan ekspor dan nilai tambah produk dalam negeri. Dengan adanya kebijakan ini, Indonesia semakin mendekatkan diri untuk menjadi salah satu pemain utama dalam industri hilirisasi global.

Source link