Pentingnya Danantara dalam Membangun Kemandirian Industri Baja

by -120 Views

Industri baja di berbagai negara telah diakui sebagai fondasi penting untuk kedaulatan ekonomi dan keamanan nasional. Sejarah menunjukkan bagaimana negara-negara maju seperti Inggris, Amerika Serikat, Tiongkok, dan India telah membangun keberhasilan industri baja mereka dengan keterlibatan negara melalui BUMN. Peran negara bukan saja sebagai regulator, tetapi juga sebagai pemain utama yang menentukan arah industri baja dan strategi kebijakan. Di masa modern ini, dengan munculnya instrumen baru seperti Daya Anagata Nusantara (Danantara), Indonesia memiliki kesempatan untuk memperkuat industri baja nasional melalui investasi strategis, pengembangan kapasitas, dan integrasi hulu-hilir.

Karakter baja sebagai industri enabling menjadikannya tak tergantikan dalam berbagai sektor ekonomi yaitu infrastruktur, manufaktur, energi, dan pertahanan. Industri baja juga memiliki nilai ekonomi yang besar, serta ketahanan strategis yang krusial bagi kedaulatan nasional. Dalam konteks ini, peran BUMN seperti PT Krakatau Steel (Persero) Tbk di masa lalu dan saat ini menjadi penting dalam menghadapi tantangan global seperti kenaikan harga energi, persaingan tidak seimbang, dan praktik perdagangan tidak adil. Melalui dukungan kelembagaan dan kebijakan yang mendukung, Krakatau Steel dan BUMN lainnya dapat terus berkembang dan berkontribusi pada target industrialisasi Indonesia.

Dengan visi Indonesia Emas 2045 yang ambisius, peran negara melalui Danantara menjadi semakin vital dalam memperkuat industri baja nasional. Perlu adanya investasi besar, kebijakan proaktif, dan kerangka strategis yang mendukung peran strategis BUMN dalam pembangunan industri jangka panjang. Melalui pendekatan integrasi rantai pasok, penguasaan sumber daya bahan baku, serta investasi yang berpihak pada kepentingan nasional, Danantara memiliki peluang untuk menjadi pendorong transformasi industri baja Indonesia. Dengan sinergi antar sektor dan dukungan aktif negara, Indonesia dapat meraih potensi industri baja yang besar dan mendukung visi menjadi negara industri maju pada tahun 2045.

Source link