PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna), bersama dengan perusahaan induk Philip Morris International, menekankan pentingnya inovasi berbasis sains dalam mendorong transformasi industri tembakau untuk masa depan yang lebih baik. Senior Vice President External Affairs PMI Christos Harpantidis menyatakan bahwa inovasi harus didasari oleh kebutuhan lokal dan karakter pasar, serta didukung oleh kolaborasi lintas sektor. PMI investasi di Indonesia untuk membangun kolaborasi yang kuat dalam Technovation 2025 di Jakarta.
Di acara tersebut, Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna), Ivan Cahyadi, menyatakan komitmen perusahaan untuk terus berinovasi berdasarkan penelitian ilmiah dalam produk tembakau bebas asap. Sampoerna telah meluncurkan berbagai produk inovatif seperti IQOS, VEEV, dan ZYN untuk memenuhi preferensi konsumen dewasa. Fasilitas produksi terbaru mereka di Karawang, Jawa Barat, menunjukkan komitmen mereka untuk menjadi pemimpin dalam riset dan pengembangan produk tembakau bebas asap.
Produk bebas asap yang dikembangkan Sampoerna juga memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian nasional dengan menciptakan nilai tambah bagi negara dan melibatkan petani lokal serta UMKM. Kemitraan dengan UMKM lokal telah menghasilkan ratusan lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan bisnis di berbagai sektor. Peran Sampoerna dalam mendukung ekonomi nasional juga diapresiasi oleh para pelaku UMKM, seperti Maja Family yang merasakan dampak positif setelah bergabung dengan ekosistem distribusi produk bebas asap.
Melalui investasi, kemitraan, dan kontribusi ekonomi, Sampoerna terus berkomitmen untuk menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi masyarakat dan negara. Dengan produk bebas asap mereka, Sampoerna juga berkontribusi pada perbaikan kualitas kesehatan publik dengan memberikan pilihan alternatif bagi perokok dewasa._press release ini juga sudah tayang di VRITIMES_.





