Prabowo Prioritizes Worker Protection in Tough U.S. Negotiations

by -113 Views

Presiden Prabowo Subianto dengan tegas menegaskan komitmen Indonesia untuk melindungi kepentingan nasional, terutama kesejahteraan para pekerja, di tengah tekanan ekonomi global yang semakin meningkat dan pendekatan keras dari kekuatan besar. Dalam pidatonya pada peringatan ulang tahun ke-27 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada Rabu malam di Jakarta Convention Center, Prabowo mengakui bahwa negosiasi ekonomi—terutama dengan Amerika Serikat—tidaklah mudah, namun ia menegaskan bahwa bertahan teguh adalah bagian dari tanggung jawabnya sebagai kepala negara.

“Dunia tidak dalam kondisi yang baik saat ini—kita tahu hal itu,” ujar Prabowo. “Ada perang di sana-sini. Namun Indonesia berupaya sebaik mungkin untuk menjaga keseimbangan. Kita non-blok. Kita menghormati semua, kita menginginkan hubungan yang baik.”

Prabowo menyoroti bahwa lanskap ekonomi saat ini ditandai oleh negosiasi sulit dengan Amerika Serikat, bukan hanya bagi Indonesia, namun juga bagi banyak negara.

“Ketika berbicara tentang ekonomi, bukan hanya kita—setiap negara menghadapi tekanan yang sangat keras dari Amerika Serikat. Itu hanyalah fakta. Namun kita harus menghadapinya,” tegasnya.

Prabowo menekankan bahwa pendekatannya dipandu oleh kewajiban melindungi pekerja Indonesia, terutama dari ancaman pemutusan hubungan kerja massal.

“Pendekatan saya—tanggung jawab saya—adalah melindungi kepentingan rakyat Indonesia. Ini adalah kewajiban saya untuk melindungi warga negara kita,” ujarnya. “Di bidang ekonomi, saya harus memastikan tidak ada alasan bagi perusahaan untuk mem-PHK pekerja kita.”

Presiden juga menanggapi kenyataan pemeriksaan publik, mencatat bahwa keputusan pemerintah seringkali dihadapi dengan kritik—terkadang bersifat membangun, terkadang tidak.

“Tentu saja, saya berpikir panjang, saya bernegosiasi,” katanya. “Akan selalu ada kritik. Dan itu baik—kita membutuhkan kritik, kita membutuhkan pengawasan. Namun ketika berubah menjadi sikap sinis yang tak henti-hentinya, itu sesuatu yang berbeda. Seperti tidak ada yang pernah kita lakukan benar. Bahkan ketika kita mencoba bekerja dengan baik, itu tidak pernah dianggap cukup baik.”

Meskipun dihadapkan pada tantangan, Prabowo menegaskan bahwa kebijakan administrasinya akan tetap berfokus pada ketahanan nasional, perlindungan pekerja, dan keterlibatan global yang adil—tanpa mengorbankan kedaulatan Indonesia atau mata pencaharian rakyatnya.

Source link