Nick Cassidy berhasil memenangkan Shanghai E-Prix II, Berlin E-Prix II, dan meraih kemenangan di London E-Prix I setelah awal musim yang sulit. Saat ini, pembalap Jaguar TCS Racing ini menduduki peringkat ketiga dalam klasemen dengan selisih 14 poin dari runner-up Pascal Wehrlein. Dengan masih ada 29 poin yang akan didistribusikan, persaingan masih terbuka. Nyck de Vries menempati posisi kedua dengan gaya balap agresifnya, diikuti oleh Pascal Wehrlein dari tim Porsche yang kini mendekati gelar juara dunia pembalap dan konstruktor. Sementara itu, Jake Dennis dari Porsche berada di posisi kelima, di belakang Stoffel Vandoorne. Meskipun kemenangan, Nissan hanya mendapat hiburan dari Norman Nato yang finis kesembilan, sementara Oliver Rowland keluar dari zona poin di urutan kesebelas. Porsche memimpin klasemen tim dengan selisih 37 poin dari Nissan, dan 29 poin di klasemen konstruktor. Namun, Jaguar Racing mengancam posisi kedua Nissan dengan selisih 16 poin di klasemen tim dan 30 poin di klasemen konstruktor.
Dalam balapan London E-Prix I, Mitch Evans memimpin di awal balapan di depan Nyck de Vries dan Pascal Wehrlein. Nick Cassidy juga tampil impresif dengan menyalip Dan Ticktum di lap awal. Sejumlah insiden terjadi selama balapan, termasuk senggolan antara Maximilian Gunther dan Edoardo Mortara yang hampir mengakibatkan kecelakaan beruntun. Sebuah Safety Car dikeluarkan untuk menangani situasi tersebut. Balapan kembali berlanjut, dan Jake Hughes harus menghentikan mobilnya, sementara para pembalap mempersiapkan diri untuk pit-stop wajib. Beberapa pembalap mengaktifkan Attack Mode setelah melakukan pit stop, mengubah posisi Evans ke posisi ketiga. Nyck de Vries menunjukkan performa yang impresif dengan mengaktifkan Mode Serangan dan membuat Nick Cassidy terpaksa menyerah. Namun, insiden terjadi antara Antonio Felix Da Costa, Evans, dan Dan Ticktum yang mengubah dinamika balapan. Meskipun sempat terjadi kecelakaan terakhir, balapan berakhir dengan Nicholas Latifi menjadi pembalap terdepan.





