Kru Pesawat Mogok: Maskapai Batalkan Ratusan Penerbangan

by -120 Views

Air Canada telah mulai membatalkan penerbangan sejak Kamis (14/8/2025) sebagai tindakan persiapan menghadapi ancaman mogok lebih dari 10.500 pramugari. Maskapai penerbangan terbesar Kanada ini memberikan peringatan bahwa seluruh layanan mereka berpotensi terhenti mulai Sabtu, 16 Agustus, dan membutuhkan waktu pemulihan hingga seminggu penuh. Perselisihan antara maskapai dan serikat pekerja pramugari berkaitan dengan kompensasi dan kondisi kerja telah berkembang setelah delapan bulan negosiasi tanpa kesepakatan. Tindakan “lockout” diumumkan oleh Air Canada untuk mulai berlaku pada Sabtu pukul 01.30 waktu Toronto dengan harapan dapat memaksa serikat pekerja untuk kembali ke meja perundingan.

Dalam kondisi terbaik, proses pemulihan layanan secara keseluruhan diperkirakan akan memakan waktu hingga seminggu penuh, sebagaimana diungkapkan oleh Mark Nasr, Kepala Operasi Air Canada. Proses pengurangan penerbangan secara bertahap telah dimulai, dengan puluhan pembatalan pada Kamis, sekitar 500 pembatalan pada Jumat malam, dan pemberhentian total layanan pada Sabtu dini hari. Meskipun demikian, layanan kargo juga turut terdampak, namun penerbangan regional Air Canada Express tetap beroperasi.

Dampak dari perselisihan tersebut diperkirakan akan berdampak kepada hingga 130.000 penumpang setiap hari, termasuk 25.000 warga Kanada, terutama pada puncak musim liburan musim panas. Selain itu, penumpang yang terdampak dapat meminta pengembalian dana penuh atau mencari alternatif perjalanan. Meski demikian, Air Canada telah memberi peringatan bahwa kapasitas penerbangan pengganti terbatas dan maskapai lain juga tengah mengalami lonjakan permintaan karena musim liburan.

Di tengah tekanan yang semakin meningkat, Menteri Tenaga Kerja Kanada, Patty Hajdu, meminta kedua belah pihak untuk segera mencapai kesepakatan guna menghindari gangguan yang merugikan para penumpang. Sementara CUPE, serikat pekerja pramugari, meminta Perdana Menteri Kanada Mark Carney untuk tidak turun tangan dalam proses negosiasi, dengan keyakinan bahwa campur tangan pemerintah mungkin akan memberikan keuntungan bagi maskapai.

Source link