Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah merancang proyek pembangunan Bendungan Bagong di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur sebagai langkah untuk memperkuat ketahanan air dan pasokan air irigasi guna mendukung ketahanan pangan nasional. Selain sebagai penampung air, bendungan ini juga dirancang untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar, seperti irigasi pertanian dan pengendalian banjir. Dengan kapasitas tampung yang besar mencapai 17,40 juta meter kubik, Bendungan Bagong diharapkan dapat menjaga ketersediaan air sepanjang tahun dan membantu petani menghadapi musim kemarau panjang.
Selain itu, bendungan ini juga akan berfungsi sebagai sumber air baku bagi masyarakat di sekitar, menyuplai air bersih sebesar 153 liter per detik untuk Daerah Irigasi Bagong. Diharapkan, dengan kehadiran Bendungan Bagong, petani di Trenggalek tidak akan mengalami risiko gagal panen akibat kekeringan. Selain itu, bendungan ini juga direncanakan sebagai pengendali banjir, dengan desain untuk mengurangi debit banjir hingga 78,44%.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menekankan pentingnya infrastruktur sumber daya air seperti bendungan untuk mencapai swasembada pangan. Pasca pembangunan bendungan, fokus akan dialihkan pada percepatan pengembangan jaringan irigasi. Dengan target penyelesaian pada tahun 2028, Bendungan Bagong diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dalam ketahanan air dan irigasi, namun juga potensi untuk pengembangan area sekitar sebagai lokasi pariwisata. Proyek ini tidak hanya menunjukkan manfaat infrastruktur yang beragam, namun juga akan berkontribusi pada konservasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Bagong.





