Program PANA–LPDP: Wamen Desa dan PDT Lepas 24 Alumni untuk NTT

by -77 Views

Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ir. H. Ahmad Riza Patria, M.B.A., berlangsung di Gedung Utama Kementerian Desa dan PDT, Jakarta, untuk melepas 24 alumni terbaik Program Pengabdian Alumni Non ASN Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (PANA–LPDP). Acara tersebut merupakan kolaborasi antara LPDP Kementerian Keuangan dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dengan tujuan mengabdi di empat desa di Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) selama enam bulan ke depan.

Dalam kesempatan tersebut, Wamen Desa dan PDT menekankan bahwa pengabdian ke desa penting dalam membangun masa depan bangsa, bukan hanya sebagai tanggung jawab moral. Desa dianggap sebagai kunci kearifan, ketahanan pangan, energi, budaya, dan gotong royong. Diharapkan, kehadiran para alumni akan membawa perubahan positif, ilmu, teknologi, serta semangat baru ke desa-desa yang mereka layani.

Program PANA–LPDP dirancang untuk mendorong para alumni LPDP untuk berkontribusi langsung dalam pengembangan desa tertinggal, dengan fokus pada inovasi, pendampingan, dan kolaborasi dengan masyarakat setempat. Para peserta program akan ditempatkan di empat desa di Kabupaten Sumba Barat Daya untuk memberikan kontribusi dalam pendidikan, penguatan ekonomi, pengembangan UMKM, dan digitalisasi layanan desa selama enam bulan.

Direktur LPDP, Dwi Larso, M.SIE., Ph.D., mengungkapkan bahwa program ini merupakan bukti nyata dari semangat pengabdian para alumni untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah-daerah tertinggal. Sementara itu, Prof. Ojat Darojat, Dip.Mgt., M.Bus., Ph.D., menambahkan bahwa program ini dapat memberikan kontribusi dalam pemerataan pembangunan pendidikan di daerah-daerah tersebut.

Wamen Desa dan PDT juga memberikan pesan motivatif kepada para alumni agar pergi dengan ilmu, bekerja dengan hati, dan kembali dengan karya yang abadi. Keberadaan 24 alumni PANA–LPDP diharapkan dapat memberikan energi baru dalam mendukung percepatan pembangunan di daerah tertinggal, sekaligus mengilhami generasi muda Indonesia untuk mencintai dan membangun desa.

Source link