LPEM FEB UI Preview Agustus 2025: Marahnya Kelas Menengah

by -87 Views

Demo besar dan meluas yang terjadi di akhir Agustus 2025 merupakan ekspresi kemarahan dari kelas menengah terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak memperhatikan tekanan ekonomi yang mereka rasakan. Hal ini disampaikan oleh peneliti LPEM FEB UI, Chaikal Nuryakin, yang berpendapat bahwa kegagalan pemerintah dan DPR dalam merespons tekanan ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat menjadi pemicu utama dari unjuk rasa tersebut.

Menurut Chaikal, masalah ini dapat dilihat melalui teori principal-agent yang menjelaskan hubungan kontrak antara rakyat sebagai prinsipal dengan DPR dan pemerintah sebagai agen. Ketidakmampuan pemerintah untuk menyejahterakan masyarakat melalui program-program populis menyebabkan beban ekonomi kelas menengah semakin bertambah, seperti yang terjadi dengan kenaikan pajak bumi dan bangunan di beberapa daerah.

Permasalahan ini juga mencerminkan kesenjangan pendapatan antara kelas pekerja dan pejabat negara, dimana kelas menengah yang tak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka terpaksa menggunakan tabungan untuk mengatasi kekurangan pendapatan mereka. Fenomena inilah yang menyebabkan demo dari kelas menengah pada Agustus 2025, yang menurut Vid Adrison, menjadi ekspresi ketidakpuasan terhadap ketidakadilan yang mereka rasakan.

Meskipun upaya pemerintah memberikan stimulus ekonomi, namun penurunan Indeks Menabung Konsumen (IMK) menunjukkan bahwa intensitas menabung konsumen semakin menurun seiring dengan meningkatnya pengeluaran rumah tangga. Hal ini memberikan gambaran kondisi ekonomi masyarakat, terutama kelas menengah, yang semakin memprihatinkan dan memicu unjuk rasa sebagai bentuk protes terhadap kebijakan yang dianggap tidak menguntungkan mereka.

Source link