LindungiHutan baru-baru ini merilis e-book terbaru yang berjudul “Sustainability Report 101: Langkah, Regulasi, dan Alat Bantu untuk Laporan Bisnis Berkelanjutan”. E-book ini menjadi panduan praktis bagi perusahaan dalam memahami, menyusun, dan mengoptimalkan laporan keberlanjutan sesuai dengan standar global. Dalam konteks global yang semakin memperhatikan isu lingkungan, sosial, dan tata kelola, laporan keberlanjutan merupakan alat komunikasi strategis yang menunjukkan transparansi, akuntabilitas, dan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan. Bukan hanya sekadar dokumen tambahan, laporan keberlanjutan kini menjadi kunci untuk memperkuat reputasi perusahaan di mata investor, konsumen, dan regulator.
E-book ini dirancang untuk dapat dipahami oleh perusahaan besar, startup, atau organisasi yang baru saja mulai menerapkan praktik bisnis berkelanjutan. Kontennya terbagi dalam lima bagian utama. Bagian pertama membahas pengenalan dan peran penting Sustainability Report, sementara bagian kedua membahas regulasi dan kebijakan terkait laporan keberlanjutan, termasuk yang mewajibkan laporan keberlanjutan di Indonesia. Bagian ketiga menjelaskan standar global seperti GRI, SASB, TCFD, CDP, hingga IR yang digunakan dalam Sustainability Report. Bagian keempat mengupas proses teknis penyusunan laporan, sedangkan bagian kelima membahas teknologi modern yang mendukung penyusunan laporan keberlanjutan.
Melalui e-book ini, LindungiHutan berharap dapat membantu perusahaan mengatasi kesulitan dalam menyusun laporan keberlanjutan yang sesuai dengan standar global. Selain memenuhi kewajiban regulasi, Sustainability Report juga dapat menjadi alat strategis untuk meningkatkan reputasi, memperkuat hubungan dengan semua pihak, dan menunjukkan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan. Dengan panduan yang praktis dan berbasis data, e-book Sustainability Report 101 merupakan langkah awal perusahaan untuk menuju ke praktik bisnis yang lebih transparan dan bertanggung jawab.
LindungiHutan sendiri merupakan start-up lingkungan yang fokus pada konservasi hutan dan pemberdayaan masyarakat sekitar. Mereka telah menanam 1 juta pohon bersama lebih dari 600 brand dan perusahaan, serta melibatkan masyarakat lokal di 30+ lokasi penanaman di Indonesia. Program-program seperti Corporatree, Collaboratree, dan program Carbon Offset menjadi wujud nyata dari komitmen LindungiHutan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.





