McLaren sedang dalam performa terbaiknya sepanjang sejarah Formula 1. Dengan hanya membutuhkan 13 poin lagi di Grand Prix Singapura untuk menyamai rekor Red Bull pada 2023, tim asal Woking ini tengah mempertahankan gelar konstruktor dengan gemilang. Dibawah kepemimpinan Andrea Stella, tim pepaya ini berhasil memenangi 12 dari 17 Grand Prix, termasuk tujuh kali finis 1-2 yang menakjubkan.
Keberhasilan ini, tentu tidak lepas dari performa mobil MCL39 yang diakui sebagai salah satu mobil terbaik di dunia balap Formula 1. Namun, meskipun menang atas Mercedes yang berada di posisi kedua dengan perolehan poin dua kali lipat, pembalap-pembalap McLaren menolak untuk merendahkan lawan mereka. Lando Norris, meski berada di peringkat kedua dalam klasemen setelah Oscar Piastri, tetap berfokus pada usaha tim untuk terus berkembang.
Hal ini terbukti ketika Norris mengalami kesulitan di Grand Prix Azerbaijan. Meskipun sempat menempati posisi ketujuh, ia berjuang keras di balapan dan gagal mengungguli Yuki Tsunoda. Rekan setimnya, Piastri, juga mengalami performa yang kurang memuaskan sepanjang akhir pekan balapan Azerbaijan.
Norris mengakui bahwa meskipun McLaren sedang dalam performa luar biasa, mereka masih belum sepenuhnya sejajar dengan Red Bull. Ia mengakui bahwa ada kelemahan dalam mobil MCL39 dan pemainannya. Meskipun demikian, Norris dan timnya bertekad untuk terus memperbaiki diri dan meraih hasil yang lebih baik di putaran-putaran selanjutnya.
Banyak yang mendukung pendapat Norris, termasuk sang bos tim, Andrea Stella. Mereka semua sepakat bahwa meskipun McLaren tidak selalu menang di setiap balapan, mereka akan terus berjuang dan berusaha memperbaiki kekurangan mereka. Dengan harapan agar performa mereka bisa lebih baik di putaran-puran terakhir musim Formula 1 2025, Norris dan timnya tetap fokus dan optimis menghadapi tantangan-tantangan mendatang.





