Pelanggaran Israel di Gaza: Berapa Kali Terjadi?

by -70 Views

Deklarasi gencatan senjata di Jalur Gaza ternyata masih diikuti oleh suara ledakan hampir setiap hari, meski telah satu bulan berlalu sejak kesepakatan tersebut diumumkan. Menurut data Kantor Media Pemerintah di Gaza, Israel melanggar kesepakatan sebanyak 282 kali dalam rentang waktu 10 Oktober hingga 10 November. Pelanggaran tersebut termasuk pengeboman, penembakan terhadap warga sipil, penyerbuan ke permukiman, dan penghancuran properti warga, serta penahanan terhadap 23 warga Palestina.

Sebuah proposal 20 poin yang dikeluarkan oleh Amerika Serikat pada 29 September menjadi awal dari gencatan senjata ini. Dokumen tersebut bertujuan untuk menghentikan perang, membebaskan tawanan, dan memberikan akses penuh bagi bantuan kemanusiaan. Namun, kesepakatan tersebut disusun tanpa melibatkan Palestina secara langsung dan hanya ditandatangani secara simbolis pada 13 Oktober di bawah kepemimpinan Presiden AS, Donald Trump, tanpa kehadiran Israel dan Hamas. Hal ini menimbulkan keraguan akan efektivitas kesepakatan.

Meskipun gencatan senjata telah diberlakukan, serangan Israel terhadap Gaza masih berlanjut. Data menunjukkan bahwa Israel menyerang Gaza selama 25 dari 31 hari terakhir, dengan 242 warga Palestina tewas dan 622 lainnya terluka sejak 10 Oktober. Salah satu poin penting dari kesepakatan gencatan senjata adalah pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza, namun realisasinya jauh dari harapan. Hanya setengah dari kebutuhan pangan yang berhasil masuk, dan inspeksi Israel membuat penyaluran bantuan terhambat.

Meski serangan terus berlangsung, sebagian kesepakatan gencatan senjata tetap berjalan. Hamas telah membebaskan sejumlah tawanan Israel sebagai imbalan bagi pembebasan ratusan tahanan dan warga Palestina yang hilang. Tawanan serta jenazah saling dipertukarkan antara kedua pihak, meskipun serangan terus terjadi. Dengan situasi ini, kedua belah pihak harus tetap berusaha menjaga gencatan senjata agar situasi konflik tidak semakin meruncing.

Source link