China Membangun Kapal Induk Nuklir Pertama untuk Menyaingi AS

by -97 Views

Pembangunan kapal induk generasi baru di galangan kapal China tengah menjadi sorotan internasional setelah analisis citra terbaru menunjukkan bahwa Beijing sedang mempersiapkan kapal induk bertenaga nuklir pertamanya. Dilansir oleh The War Zone, sejumlah gambar bocor dan citra satelit menunjukkan bahwa kapal induk Type 004 akan menjadi langkah besar dalam ambisi maritim China.

Jika Type 004 benar-benar menggunakan tenaga nuklir, China akan bergabung dengan Amerika Serikat dan Prancis dalam kelompok yang sangat eksklusif. Penggerak nuklir memungkinkan kapal induk beroperasi lebih lama di laut, memiliki sistem elektronik berdaya besar, dan melancarkan operasi udara dari mana saja tanpa harus sering mengisi bahan bakar.

Meskipun Angkatan Laut China memiliki armada terbesar di dunia berdasarkan jumlah kapal tempur, mereka masih mengoperasikan kapal induk bertenaga konvensional. Gambar-gambar yang beredar menunjukkan kemiripan struktur Type 004 dengan supercarrier AS yang bertenaga nuklir. Indikasi lain dari penggerak nuklir pada kapal ini tampak dari struktur baja berbentuk lingkaran besar yang diduga sebagai bagian dari reaktor. Kapal ini diperkirakan memiliki dimensi keseluruhan sebesar 105.000 hingga 110.000 ton.

Sementara itu, kapal induk Fujian telah menjadi simbol kemajuan teknologi China dengan dilengkapi sistem peluncur pesawat elektromagnetik (EMALS) yang juga digunakan pada kapal induk terbaru AS, USS Gerald R. Ford. Atas kemajuan ini, China dianggap telah membuat langkah maju yang solid dalam kemampuan kelas dunia.

Sebagai respons terhadap pembangunan kapal induk China, analis di Institute for National Defense and Security Research (INDSR) Taiwan mengungkapkan bahwa kompetisi maritim antara AS dan China diperkirakan akan meningkat dan membentuk ulang lanskap geopolitik di kawasan Indo-Pasifik dan sekitarnya. Dalam perlombaan kapal induk global, China, Turki, dan Prancis terlihat sedang mengembangkan kapal induk generasi berikutnya, dengan India juga mempertimbangkan langkah serupa.

Source link