Benci tapi Rindu: AS Sebagai Pengutang Terbesar ke China

by -94 Views

Amerika Serikat (AS) dan China, dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia, sering kali mengalami ketegangan geopolitik. Namun, sebuah laporan riset terbaru mengungkap bahwa AS menjadi negara yang paling banyak menerima pinjaman dari China. Laporan ini disusun oleh AidData, sebuah laboratorium riset di College of William & Mary, Virginia, yang melibatkan basis data besar yang mencakup 24 tahun aktivitas pendanaan China. Hasilnya menunjukkan bahwa total pinjaman luar negeri China antara 2000-2023 mencapai US$2,2 triliun, melebihi perkiraan sebelumnya.

Menurut laporan tersebut, AS menerima pinjaman sebesar US$202 miliar yang tersebar dalam hampir 2.500 proyek dan aktivitas di seluruh negara bagian. Hal ini menjadikan AS sebagai penerima terbesar pinjaman dari China diikuti oleh Rusia, Australia, dan Venezuela. Temuan ini mengejutkan karena sebelumnya diasumsikan bahwa pinjaman China lebih banyak mengarah ke negara-negara berkembang penerima Belt and Road Initiative (BRI).

Laporan AidData menemukan bahwa sebagian besar pinjaman China ke negara maju seperti AS difokuskan pada infrastruktur strategis, mineral penting, dan akuisisi aset teknologi tinggi. China menggunakan pendekatan ekonomi untuk kepentingan politik dan keamanan nasional, yang disebut sebagai economic statecraft. Ini membantu China dalam mendukung ambisinya sebagai kekuatan teknologi dan industri terbesar di dunia.

Selain itu, laporan juga menyoroti bahwa cara China memberikan bantuan dan kredit telah mempengaruhi negara-negara Barat. Pendekatan agresif China dalam penyaluran pinjaman telah menjadi model bagi negara-negara lain. Hal ini terlihat dalam kebijakan AS yang mirip dengan China terkait bantuan kepada Argentina. Selain itu, upaya China membiayai akuisisi aset strategis di negara-negara berpendapatan tinggi juga telah memicu respons dari pemerintahan AS.

Laporan ini juga mengaitkan pembongkaran lembaga bantuan tradisional AS oleh pemerintahan Trump dengan tekanan kompetisi yang intensif dari China. Congress AS saat ini tengah mempertimbangkan langkah untuk mengalihkan dana dari USAID ke U.S. International Development Finance Corporation (DFC), sebagai respons terhadap keberadaan China di pasar pinjaman global. Jika langkah ini terlaksana, DFC akan memiliki kewenangan lebih besar untuk beroperasi di negara-negara maju dengan proyek-proyek penting bagi keamanan nasional AS.

Source link