Presiden dan Menhan Turun Tangan Setelah Ratusan Anak Sekolah Katolik Diculik

by -75 Views

Sebuah insiden penculikan baru-baru ini terjadi di Nigeria, ketika kelompok bersenjata menculik 215 anak dan 12 guru sekolah dari St Mary’s School di komunitas Papiri. Para penyerang telah merampas anak-anak dan staf sekolah tersebut dalam serangan yang terjadi sebelum fajar. Kompleks sekolah ini terhubung dengan sekolah dasar di sebelahnya dan berada dekat dengan jalan utama yang menghubungkan dua kota penting di Nigeria.

Serangan ini menyebabkan kepanikan di antara warga setempat, dengan banyak keluarga yang mencari anak-anak mereka yang hilang. Beberapa informasi menyebutkan bahwa beberapa anak berhasil melarikan diri, tetapi masih ada yang tertinggal bersama para penyerang dalam semak-semak. Pihak berwenang sebelumnya telah menerima peringatan tentang ancaman di wilayah tersebut namun sekolah tetap dibuka tanpa izin, meningkatkan risiko bagi siswa dan staf.

Penculikan ini bukanlah insiden pertama, setelah beberapa hari sebelumnya 25 siswi diculik dari sebuah sekolah menengah di Negara Bagian Kebbi. Upaya pencarian dan pembebasan siswi tersebut sedang dilakukan oleh pemerintah setempat. Situasi keamanan di Nigeria semakin tegang setelah serangkaian serangan terhadap gereja dan tempat ibadah lainnya.

Presiden Nigeria, Bola Tinubu, telah membatalkan rencana perjalanannya ke KTT G20 setelah penculikan itu terjadi, dengan wakil presiden menggantikannya dalam pertemuan tersebut. Selain itu, kelompok bersenjata di Nigeria juga menuntut pembayaran tebusan yang besar setelah menculik jemaat dari gereja di beberapa daerah. Situasi ini menunjukkan eskalasi ancaman terhadap masyarakat dan lembaga pendidikan serta keagamaan di Nigeria.

Source link