Sejak Johann Zarco bergabung dengan tim LCR yang merupakan bagian dari klan Honda, ia telah menunjukkan performa yang konsisten tanpa menjadi pembalap utama. Zarco menjadi salah satu pembalap teratas Honda di kejuaraan pada 2024 dan 2025, serta menjadi pembalap satu-satunya yang memenangkan GP Prancis yang legendaris. Meskipun demikian, Zarco tetap sebagai pembalap tim satelit dan tidak menjadi prioritas untuk mendapatkan peningkatan teknologi yang lebih baik.
Sistem konsesi yang diterapkan oleh Honda juga tidak terlalu menguntungkan bagi Zarco. Kategori D tempat Honda berada memungkinkan pembalap reguler untuk mendapatkan keuntungan dari pengujian, namun pembalap seperti Joan Mir dan Luca Marini lebih aktif dalam pengujian daripada Zarco. Meskipun demikian, Zarco tetap berusaha untuk berkembang dan ingin dipromosikan ke tim resmi Honda, namun upayanya tersebut tidak berhasil meski kontraknya diperpanjang dua tahun di LCR.
Pada tahun 2026, situasi Zarco di tim LCR diperkirakan akan berubah. Zarco tetap optimistis dan berharap dapat memperoleh akses yang lebih baik untuk mendapatkan teknologi terbaru dari Honda. Bos LCR, Lucio Cecchinello, juga berharap agar Zarco dan timnya bisa mendapatkan suku cadang lebih cepat dari pabrikan Honda, terutama dengan rencana investasi baru dari Honda untuk memproduksi suku cadang di Italia. Selain itu, Honda juga berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemasok lain di Eropa untuk mempercepat proses produksi komponen motor.
Dengan semua upaya yang dilakukan, Zarco dan tim LCR berharap dapat terus berkembang dan meningkatkan performa mereka di kejuaraan mendatang. Meskipun Zarco masih berada di belakang pembalap-pembalap utama, ia tetap bersemangat dan optimistis untuk meraih hasil yang lebih baik di masa depan.





