Merugikan: Efek Tata Kelola Kebun-Tambang Tak Baik

by -62 Views

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memperhatikan musibah bencana di Sumatra, terutama banjir dan tanah longsor sebagai dampak dari pengelolaan sumber daya alam yang kurang berkelanjutan. Bencana ini terjadi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat karena tata kelola sektor pertambangan dan perkebunan yang kurang tertata dengan baik sehingga berdampak pada degradasi lahan. Bahlil menekankan pentingnya untuk belajar dari pengalaman ini agar dapat merawat lingkungan dengan lebih baik guna mencegah bencana serupa di masa depan.

Dalam acara Aksi Nyata Bumi Lestari di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Bahlil menyadari bahwa aktivitas seperti penebangan pohon dan tambang memiliki risiko besar jika tidak diikuti dengan tanggung jawab pemulihan lingkungan. Dengan pengalaman sebagai pengusaha di sektor tersebut, Bahlil menegaskan bahwa perlunya kesadaran dalam menjaga lingkungan untuk mencegah bencana yang lebih besar di kemudian hari.

Bencana hidrometeorologi, seperti banjir bandang dan tanah longsor, melanda sejumlah daerah di Sumatra baru-baru ini. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah memperbarui data terkait korban jiwa dan langkah-langkah yang diambil untuk menanggulangi bencana tersebut. Upaya evakuasi, penyaluran bantuan logistik, dan pemulihan infrastruktur yang rusak terus dilakukan di daerah terdampak.

Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah dan lembaga terkait, diharapkan penanganan bencana ini dapat dilakukan secara efektif untuk meminimalkan dampaknya pada masyarakat. Semua pihak diajak untuk bekerja sama dalam menjaga lingkungan agar dapat mencegah bencana alam yang lebih parah di masa depan.

Source link