Penutupan MotoGP 2025 di Valencia beberapa pekan lalu membawa beberapa perubahan yang cukup signifikan untuk musim depan. Meskipun beberapa pembalap penting seperti Jorge MartÃn dan Maverick Vinales kembali setelah absen karena cedera, ada juga perpisahan penting yang terjadi, terutama di tim pembalap The Roses, Tech3. Herve Poncharal, bos tim asal Prancis yang telah menjadi sosok karismatik dan penting di paddock serta kepala IRTA, menjalani balapan terakhirnya sebagai kepala tim. Perlu dicatat bahwa mulai tahun 2026, tim Tech3 akan berada di bawah kendali grup investasi yang terdiri dari sebagian besar orang Amerika, dengan Guenther Steiner, mantan bos tim Haas F1, sebagai salah satu wajah baru di Tech3. Poncharal menegaskan bahwa meskipun meninggalkan posisinya, dia akan tetap mendukung tim dengan penuh semangat.
Di Sirkuit Ricardo Tormo, Poncharal berbagi perasaannya tentang perpisahan ini. Dia mengakui bahwa menghadapi perubahan begitu penting tidaklah mudah, tetapi dia optimis menghadapi fase baru dalam hidupnya. Poncharal menyatakan bahwa sekarang waktunya untuk menutup bab dalam hidupnya yang telah diisi dengan dedikasi dan energi untuk proyek balap motor selama beberapa dekade. Meskipun perpisahan ini terasa sulit, dia yakin bahwa perusahaan yang dirintisnya akan tetap sukses di masa depan. Di ujung GP Valencia, manajer tim Tech3, Nicholas Goyon, mengucapkan terima kasih kepada Poncharal dan Coulon atas semangatnya dalam mengembangkan tim selama 36 tahun terakhir. Budaya dan semangat balap motor yang ditularkan oleh Poncharal diharapkan terus berlanjut dalam masa depan tim. Itulah beberapa peristiwa penting yang terjadi di akhir MotoGP 2025 yang tidak boleh luput dari perhatian.





