NATO-UE Terpecah: Negara Ini Enggan Membeli Senjata AS untuk Ukraina

by -63 Views

Italia menolak bergabung dengan inisiatif baru NATO untuk membeli senjata buatan Amerika Serikat (AS) bagi Ukraina, yang memperdalam perpecahan di antara negara-negara Eropa terkait dukungan militer serta proses negosiasi damai yang sedang berlangsung. Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, menegaskan bahwa Italia tidak akan ikut pendanaan persenjataan tambahan selama proses perundingan gencatan senjata. Sikap Italia ini berbeda dengan dorongan Uni Eropa yang mempercepat upaya pendanaan bantuan militer bagi Kyiv, membuat Italia menjadi negara UE pertama yang mempertanyakan urgensi pengiriman senjata baru selama pembahasan gencatan senjata.

Dalam perkembangan terkini, Amerika Serikat kembali menekan opsi diplomatik dengan pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan dua utusan Gedung Putih, Steve Witkoff dan Jared Kushner, di Moskow. Meski Putin menyatakan beberapa usulan Washington “tidak dapat diterima,” Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kedua pihak ingin mengakhiri konflik. Di dalam negeri, dukungan Italia terhadap Ukraina mulai memunculkan gesekan politik, khususnya terkait penambahan bantuan militer yang dikritik oleh Wakil Perdana Menteri Matteo Salvini.

Selain Italia, negara-negara UE lainnya seperti Spanyol, Portugal, dan Hungaria juga menahan diri terkait paket militer baru, dengan alasan risiko eskalasi konflik dan tekanan anggaran nasional. Meski beberapa negara menolak rencana ini, Komisi Eropa tetap melanjutkan skema pembiayaan tingkat UE untuk tambahan dukungan militer, termasuk usulan “pinjaman reparasi” dari aset Rusia yang dibekukan. Meskipun demikian, Moskow tetap mengecam pengiriman senjata Barat, dengan Putin menuduh pemimpin UE memperbesar ancaman Rusia demi kepentingan belanja militer dan industri senjata Eropa.

Source link