Pelukis Otodidak Berani Bicara Lewat Warna: Regenerasi Seni Rupa Jogja

by -331 Views

Pameran seni bertajuk The Language of Colour di Kota Yogyakarta menjadi bukti bahwa regenerasi seniman terus berkembang secara dinamis. Diselenggarakan oleh Komunitas Patsijiwata, pameran ini tidak hanya menampilkan karya seni, tetapi juga memberikan pengakuan bagi pelukis otodidak yang belajar secara mandiri.

Acara ini diresmikan di Omah Budoyo Yogyakarta dan dihadiri oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, yang memberikan apresiasi tinggi kepada para seniman yang berani mengekspresikan ide dan perasaan melalui warna dan goresan kanvas. Menurut Wawan, pameran ini menunjukkan bahwa pelukis otodidak mampu menghasilkan karya seni berkualitas tanpa harus mengikuti pendidikan formal.

Enam pelukis dengan gaya dan latar belakang yang berbeda, yaitu Astuti Kusumo, Dwipo Hadi, Febritayustiani, Indira Bunyamin, Retno Aris, dan Yulita, turut berpartisipasi dalam pameran ini. Keberagaman karakter visual dan pendekatan artistik masing-masing pelukis menjadi kekuatan utama acara ini, menurut Wawan.

Kurator Komunitas Patsijiwata, Dwipo Hadi, menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak terhadap pameran. Ia juga menyoroti pentingnya antusiasme masyarakat terhadap seni sebagai energi positif bagi seniman. Dwipo berharap pameran ini menjadi penyemangat bagi para seniman untuk terus berkarya dan menghidupkan atmosfer seni di Kota Yogyakarta.

Dengan demikian, The Language of Colour tidak hanya sebuah pameran lukisan, tetapi juga simbol regenerasi, keberanian, dan kreativitas seniman otodidak. Dari Omah Budoyo Yogyakarta, bahasa warna menjadi cerita tentang masa depan seni rupa yang inklusif dan penuh harapan di Kota Yogyakarta.

Source link