Kilang Minyak Terbesar RI, Swasta Siap Tak Lagi Impor BBM!

by -148 Views

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa dengan diresmikannya kilang minyak atau Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan pada hari Senin, Indonesia dapat menjadi mandiri dalam hal impor Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya solar. Selain itu, produksi BBM jenis bensin dengan nilai oktan (RON) 92, 95, dan 98 diharapkan juga dapat ditingkatkan oleh pemerintah dan PT Pertamina sebagai pemilik RDMP Balikpapan. Dalam sambutannya, Bahlil mengungkapkan bahwa kilang minyak tersebut dapat menghemat devisa negara hingga Rp 60 triliun dengan mengurangi impor BBM solar.

Menurut Bahlil, impor solar ke depan tidak akan ada lagi dan kebutuhan solar di Indonesia akan terpenuhi, bahkan mengalami surplus. Selain itu, Pertamina juga akan meningkatkan produksi bensin RON 92, 95, dan 98 untuk mengurangi ketergantungan pada impor. Langkah ini sejalan dengan perintah Konstitusi UUD 1945 yang mengatur pentingnya negara menguasai sumber daya yang menyangkut kehidupan banyak orang.

Selain solar dan bensin, pemerintah juga memiliki target untuk mencapai swasembada avtur pada tahun 2027 dengan skema hanya mengimpor minyak mentah untuk diolah di dalam negeri. Meskipun kebijakan ini berpotensi memicu reaksi negatif di media sosial, Bahlil siap menghadapinya. Proyek RDMP Balikpapan sendiri memakan investasi sebesar US$ 7,4 miliar atau sekitar Rp 123 triliun dengan peningkatan kapasitas pengolahan minyak mentah menjadi 360.000 barel per hari.

Berbagai fakta terkait peningkatan kapasitas RDMP Balikpapan juga disebutkan, seperti penambahan kapasitas tangki timbun crude oil, pembangunan tangki timbun BBM, dan pembangunan pipa gas pasokan bahan bakar kilang. Dengan adanya berbagai upaya ini, Indonesia diharapkan dapat melangkah menuju kemandirian dalam sektor energi.

Source link