Putin Tetap Bombardir Ukraina Meski Lagi Negosiasi Damai di Arab

by -139 Views

Rusia melancarkan serangan drone dan rudal berskala besar ke dua kota terbesar Ukraina, Kyiv dan Kharkiv, pada Sabtu pagi. Serangan ini terjadi bersamaan dengan hari kedua pembicaraan damai tripartit antara negosiator dari Amerika Serikat, Ukraina, dan Rusia yang berlangsung di Uni Emirat Arab. Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, menyatakan ketidakpuasannya terhadap serangan Rusia, meskipun upaya perdamaian, pertemuan trilateral di Uni Emirat Arab, dan jalur diplomasi sedang berlangsung. Putin memerintahkan serangan rudal besar-besaran terhadap Ukraina bersamaan dengan pertemuan delegasi di Abu Dhabi yang bertujuan mendorong proses perdamaian yang dipimpin Amerika. Meski terjadi gelombang serangan terbaru, pembicaraan damai di Abu Dhabi tetap dilanjutkan. Mayoritas bangunan di Kyiv mengalami pemadaman panas, air, dan listrik setelah serangan tersebut, yang membuat insinyur di kota itu menghadapi tantangan besar untuk memulihkan layanan. Diperkirakan sekitar 1,2 juta konsumen di Ukraina mengalami pemadaman listrik, dengan Rusia menggunakan 396 drone dan rudal dalam serangan tersebut. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menekankan pentingnya implementasi perjanjian pertahanan udara dengan Presiden AS, Donald Trump, dan Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengungkapkan kerugian yang dialami oleh bangunan kota akibat serangan tersebut. Kyiv juga telah mengalami serangan sebelumnya yang melumpuhkan layanan kota.

Source link