Sebuah lagu berjudul “Tak Diberi Tulang Lagi” mendadak menjadi viral dan ramai dibicarakan di media sosial. Lagu ini tersebar luas, termasuk melalui akun Instagram @musiksemuaera, dan dianggap sebagai balasan atas lagu Slank berjudul Republik Fufufafa yang penuh kritik terhadap pemerintah.
Muncul spekulasi di kalangan warganet tentang asal-usul lagu tersebut. Beberapa menduga bahwa lagu ini mungkin merupakan karya Kuburan Band, mengingat gaya satir dan liriknya yang kritis. Namun, ada juga pendapat yang menyatakan bahwa lagu tersebut mungkin dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Penelusuran pada akun media sosial resmi Kuburan Band menunjukkan bahwa band tersebut tidak pernah mempromosikan atau merilis lagu yang bernama “Tak Diberi Tulang Lagi.” Karya terbaru Kuburan Band berjudul “Ajeng” dirilis jauh sebelum Slank merilis Republik Fufufafa.
Beberapa warganet juga mencari kebenaran terkait lagu viral ini melalui mesin pencari dan menemukan bahwa lagu tersebut bukan karya dari Kuburan Band. Meskipun demikian, Kuburan Band sendiri belum memberikan pernyataan resmi atau klarifikasi tentang lagu tersebut, sehingga asal-usulnya masih menjadi misteri.
Tanggapan dari warganet juga terbagi. Ada yang merespons lagu ini dengan nada satire, sementara yang lain meragukan keasliannya. Beberapa warganet menyatakan kecurigaan bahwa lagu tersebut mungkin dihasilkan oleh AI, bukan musisi sungguhan.
Lirik dari lagu “Tak Diberi Tulang Lagi” sendiri penuh dengan nuansa kritik dan memberikan gambaran tentang keadaan politik saat ini. Ini menunjukkan bagaimana lagu yang mengandung kritik politik masih dapat menimbulkan perdebatan, terutama di masa di mana konten AI menjadi semakin sulit dibedakan dari karya manusia.





