Bahlil Ultimatum: Produksi Gas Blok Masela di 2029

by -92 Views

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menekankan bahwa proyek minyak dan gas Lapangan Abadi Blok Masela harus memasuki tahap produksi sebelum pemilihan presiden 2029. Pemerintah berkomitmen untuk mencabut izin proyek tersebut jika terjadi keterlambatan. Bahlil mencatat bahwa proyek migas yang dikelola oleh perusahaan Jepang, Inpex Masela Ltd., sudah dikembangkan sejak 26 tahun lalu. Jika proyek tersebut tidak segera beroperasi, pemerintah bersedia mencabut izin pengelolaannya. Bahlil bahkan telah memanggil pihak Inpex untuk memberikan peringatan tegas. Menurutnya, pembangunan proyek Masela sudah memasuki tahap tender dengan nilai investasi yang besar. Produksi Blok Masela harus sudah berjalan sebelum pergantian pemerintahan tahun 2029. Lapangan Abadi di Blok Masela adalah lapangan gas laut dalam dengan cadangan terbesar di Indonesia. Kontrak bagi hasil Masela ditandatangani pada tahun 1998 dan berpotensi menghasilkan LNG serta gas pipa. Pengembangan blok ini diharapkan dapat menyerap hingga 10.000 tenaga kerja. Perencanaan Blok Masela juga melibatkan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) untuk mendukung program pemerintah dalam mengurangi emisi karbon.

Source link