Konser musik underground di Kota Batu belakangan ini berakhir tragis setelah seorang vokalis band hardcore menjadi korban pengeroyokan dan pembacokan oleh sekelompok penonton di Plum Hotel Palereman. Kejadian tersebut terjadi pada malam Minggu (16/11/2025) saat acara gigs musik hardcore berlangsung, di mana Irmanda Putra dari band Husttle asal Turen, Kabupaten Malang, menjadi korban utama.
Keributan dimulai saat terjadi perselisihan selama moshing, yang kemudian berujung pada pengeroyokan terhadap Irmanda dan teman-temannya. Lebih dari sepuluh orang diduga terlibat dalam serangan tersebut, yang bahkan berlanjut ke luar venue setelah acara selesai. Irmanda mengalami luka bacok di pundak dan kepala, sementara temannya, One Regi Febriansyah, mendapat luka lebam.
Kapolsek Batu Kota, AKP Muhammad Subhan, mengonfirmasi bahwa serangan tersebut terjadi tanpa alasan jelas, dan masih dalam penyelidikan oleh Satreskrim Polres Batu. Irmanda sendiri kini sedang menjalani perawatan medis intensif di rumah sakit.
Kejadian ini menimbulkan keprihatinan di kalangan penggemar musik underground, yang seharusnya menjadi ruang aman bagi para penikmat musik. Irmanda pun berharap agar peristiwa kekerasan semacam ini tidak akan terulang di masa mendatang.
Band Husttle sendiri merupakan salah satu band baru di skena musik underground Malang, mengusung genre hardcore beatdown. Terdiri dari Irmanda di lead vokal, Rasyid di gitar utama, Regik di gitar, Farel sebagai drummer, dan Leno di posisi basis, band ini telah merilis lagu-lagu yang mencerminkan dinamika dan keramaian Kota Malang. Anda dapat mengenal lebih jauh band ini melalui akun Instagram @husttle.hardcore.





