Korban Rasisme Baskara Mahendra: SEAblings Berdiri bersama

by -90 Views

Kegaduhan terjadi antar netizen di media sosial, terutama antara netizen Korea (K-Netz) dan SEAblings dari Indonesia, Malaysia, dan negara-negara di Asia Tenggara. Ketegangan dimulai ketika fansite Korea Selatan menghadiri konser Day6 di Malaysia dengan membawa kamera profesional yang mengganggu fans lokal. Konflik muncul saat fans lokal menegur fansite tersebut, namun malah mendapat respons yang kurang mengenakkan dari fansite yang merasa sebagai kontributor utama dalam membesarkan idol dengan foto yang mereka ambil.

K-Netz dan fansite tersebut tidak hanya menghina fans lokal, namun juga melakukan tindakan rasis dan merendahkan orang-orang Asia Tenggara di media sosial. Bahkan, Baskara Mahendra dan idol Indonesia No Na juga menjadi sasaran hinaan dan celaan dari K-Netz. Meskipun demikian, SEAblings merespons dengan menunjukkan kekompakan mereka lewat meme lucu sebagai balasan terhadap rasisme tersebut.

Data menunjukkan bahwa pasar K-Pop terbesar berada di Asia Tenggara, termasuk Indonesia yang pada beberapa tahun mendatang diprediksi akan menjadi salah satu pasar K-Pop terbesar di dunia. Meskipun namanya disebut dalam kegaduhan tersebut, Baskara Mahendra tetap tenang dan mengapresiasi upaya promosi grup lokal di media sosial oleh negara-negara Asia Tenggara. Sementara No Na, dengan video musiknya yang menunjukkan keindahan alam Indonesia, tetap berusaha untuk mengekspresikan kreativitasnya tanpa terpengaruh oleh cibiran K-Netz.

Source link