13 Produk Ekspor Terbesar Industri Pengolahan RI: CPO & Nikel

by -73 Views

Kinerja ekspor Indonesia mengalami peningkatan sebesar 3,39% pada bulan Januari 2026, mencapai total US$ 22,16 miliar, dibandingkan dengan bulan Januari 2025 yang hanya sebesar US$ 21,43 miliar. Penyumbang utama dari peningkatan ini adalah ekspor produk industri pengolahan.

Industri pengolahan merupakan sektor yang mengalami kenaikan ekspor pada bulan tersebut, meningkat sebesar 8,19% dari US$ 17,11 miliar menjadi US$ 18,51 miliar. Sementara itu, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan justru mengalami penurunan hingga 20,36% dari US$ 550 juta menjadi US$ 440 juta. Begitu juga dengan ekspor dari sektor pertambangan dan sektor lainnya yang turun sebesar 14,59% dari US$ 2,72 miliar menjadi US$ 2,32 miliar.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan bahwa pada awal tahun 2026, ekspor industri pengolahan menunjukkan kinerja yang baik meskipun ekspor dari sektor lain menurun. Amalia juga menyoroti 13 komoditas utama yang mendukung pertumbuhan ekspor industri pengolahan, seperti minyak kelapa sawit (CPO), nikel, besi, baja, semikonduktor, dan kendaraan bermotor.

Bahkan, produk dari batu bara, timah, kimia dasar anorganik, peralatan komunikasi, dan mesin umum juga turut memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan ekspor pada bulan Januari 2026. BPS mencatat bahwa China, Amerika Serikat, dan India menjadi tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia, dengan total kontribusi ketiga negara ini mencapai 43,77% pada bulan Januari 2026. China masih menjadi pasar utama dengan nilai ekspor sebesar US$ 5,27 miliar, diikuti oleh Amerika Serikat dan India.

Source link