Krisis Energi: AS Setuju India Borong Minyak Rusia

by -47 Views

Perang di Timur Tengah telah memicu kekhawatiran serius terhadap pasokan energi global, membuat India kembali memborong minyak mentah Rusia dalam jumlah besar. Dilaporkan bahwa kilang-kilang minyak India telah membeli jutaan barel kargo minyak Rusia untuk pengiriman segera guna mengatasi potensi kekurangan pasokan. Amerika Serikat sebelumnya menekan India untuk mengurangi pembelian minyak Rusia, tetapi Departemen Keuangan AS memberikan kelonggaran sementara bagi India untuk terus membeli minyak Rusia yang masih berada di laut.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyatakan bahwa kebijakan tersebut bertujuan untuk menjaga stabilitas pasokan energi global. Hal ini mengizinkan kilang minyak India untuk membeli minyak Rusia yang terperangkap di laut selama 30 hari. Meskipun kebijakan ini hanya bersifat jangka pendek dan tidak memberikan keuntungan finansial signifikan bagi Rusia, Washington tetap berharap India akan meningkatkan pembelian minyak dari AS.

India dikenal sebagai negara yang rentan terhadap gangguan pasokan energi, dengan cadangan minyak mentah hanya cukup untuk 25 hari. Sebagian besar impor minyak India berasal dari Timur Tengah dan melewati Selat Hormuz, yang kini terancam akibat konflik regional. Setelah invasi Rusia ke Ukraina, India menjadi pembeli terbesar minyak mentah Rusia yang diangkut melalui jalur laut, namun mulai mengurangi pembelian setelah tekanan dari AS.

Saat ini, kilang milik negara di India sedang bernegosiasi dengan trader minyak untuk mendapatkan pasokan Rusia dengan pengiriman cepat. Beberapa perusahaan yang terlibat dalam negosiasi antara lain Indian Oil Corporation, Bharat Petroleum Corporation, Hindustan Petroleum Corporation, dan Mangalore Refinery and Petrochemicals Limited. Kilang milik negara India telah membeli sekitar 20 juta barel minyak Rusia dari para pedagang, dengan HPCL dan MRPL menerima pengiriman terakhir pada November lalu.

Para trader melaporkan bahwa harga minyak Rusia jenis Urals dijual ke India dengan premi sekitar US$4 hingga US$5 per barel dibandingkan harga acuan Brent. Sebelumnya, minyak Rusia diperdagangkan dengan diskon US$13 per barel. Situasi pasar telah berubah drastis, dengan ketersediaan molekul menjadi lebih penting daripada harga.

Source link