AS Ngamuk ke Israel: Insiden Hajar Depot BBM Iran

by -42 Views

Hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dilaporkan mulai retak setelah serangan udara Tel Aviv yang menargetkan puluhan depot bahan bakar di Iran. Serangan ini menyebabkan perselisihan besar pertama antara kedua sekutu tersebut sejak mereka melancarkan perang terhadap Republik Islam Iran delapan hari lalu. Serangan tersebut jauh melampaui koordinasi awal, dan sekitar 30 depot bahan bakar di Iran, termasuk di Teheran, hantam pada hari Sabtu, menyebabkan kebakaran hebat dan asap tebal. Pejabat AS mengungkapkan bahwa skala serangan tersebut tidak hanya melebihi perkiraan Washington, tetapi juga dihadapi oleh kekhawatiran strategis. Pemerintah AS khawatir bahwa serangan ini akan mempersatukan pendapat publik Iran dan tekanan pada harga energi global.

Pasukan Israel menjelaskan bahwa depot-depot bahan bakar digunakan oleh Iran untuk memasok bahan bakar ke berbagai sektor, termasuk unit militer. Namun, kekhawatiran AS terbukti benar dengan reaksi pasar energi global yang panik akibat serangan tersebut. Penasihat Presiden Donald Trump menyatakan bahwa AS menentang serangan yang menghancurkan infrastruktur minyak. Dampak dari ketegangan AS-Israel ini langsung dirasakan di pasar komoditas, di mana harga minyak dunia melonjak lebih dari 20% pada perdagangan Senin pagi.

Lonjakan harga dipicu oleh kekhawatiran gangguan pasokan di Selat Hormuz, jalur nadi energi dunia. Para ekonom memperingatkan bahwa peningkatan pengiriman dari Arab Saudi melalui Laut Merah tidak akan cukup untuk menutupi kehilangan pasokan dari Selat Hormuz. Sentimen negatif dari konflik ini juga merembet ke pasar saham global, di mana indeks Nikkei Jepang anjlok 6,2% dan pasar Korea Selatan jatuh 7,3%, sementara indeks berjangka S&P 500 dan Nasdaq di AS juga mengalami penurunan. Dolar AS menguat akibat ketidakpastian geopolitik yang semakin meningkat.

Source link