Keuntungan Impor Pangan AS Bagi RI: Analisis Mari Elka

by -40 Views

Kebijakan tarif impor yang diterapkan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump masih menimbulkan ketidakpastian dalam perdagangan dunia. Hal ini disebabkan oleh keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat pada tanggal 20 Februari 2026 yang membatalkan kebijakan tarif resiprokal global AS. Dampak keputusan ini terus berlanjut dengan Trump menetapkan tarif global baru sebesar 15%. Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Mari Elka Pangestu menyatakan bahwa kebijakan ini akan memberikan sejumlah dampak bagi Indonesia. Meskipun tidak langsung menggugurkan perjanjian dagang RI-AS, namun angka 19% dalam perjanjian tersebut sudah tidak sah karena tidak memiliki dasar yang kuat. Hal ini akan memicu proses pembahasan mengenai perubahan tersebut, namun Indonesia memegang posisi yang lebih baik dibanding negara yang belum menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) atau Perjanjian Perdagangan Resiprokal. Mengenai impor dari AS, Mari Elka memastikan bahwa Indonesia tidak perlu khawatir terkait pangan karena yang diimpor adalah produk yang sulit diproduksi di Indonesia seperti gandum dan kedelai dengan harga komersial. Untuk memahami dampak dari perjanjian dagang antara AS dan Indonesia secara lebih mendalam, simak dialog antara Syarifah Rahma dan Mari Elka Pangestu dalam acara Squawk Box CNBC Indonesia pada Jumat, 27 Februari 2026.

Source link