Panduan Efektif Pengusaha untuk WFH 1 Hari dalam Seminggu

by -72 Views

Beberapa kalangan pengusaha telah mengemukakan pendapat mereka mengenai rencana pemerintah untuk memberlakukan kebijakan work from home (WFH) selama satu hari dalam seminggu. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi konsumsi BBM di tengah ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran di Timur Tengah, yang merupakan salah satu wilayah produsen energi dunia. Oleh karena itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani menyarankan agar pemerintah tidak terburu-buru dalam menetapkan kebijakan tersebut. Menurutnya, diperlukan pemetaan menyeluruh dan pemahaman akan dampak kebijakan ini terhadap produktivitas dan keberlangsungan usaha.

Shinta menekankan bahwa kebijakan WFH tidak dapat diterapkan secara seragam di semua sektor usaha. Ia menilai bahwa sektor-sektor seperti manufaktur, logistik, perdagangan, dan layanan memerlukan kehadiran fisik pekerja untuk menjaga kelancaran produksi dan distribusi. Pengaturan pola kerja seperti WFH sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing perusahaan. Meskipun demikian, pemerintah telah mengakui bahwa ada sektor usaha tertentu yang tidak dapat menerapkan WFH, terutama sektor yang berhubungan langsung dengan pelayanan publik.

Pemberlakuan kebijakan WFH direncanakan akan dilakukan setelah libur Lebaran 2026 dan tengah dikaji teknis penerapannya oleh Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Dalam Negeri. Hal ini dilakukan dalam rangka mendorong efisiensi di lingkungan kerja serta mengurangi konsumsi BBM. Sebelumnya, Presiden telah memandang perlunya efisiensi dalam bekerja sebagai langkah antisipasi di tengah ketegangan politik di Timur Tengah. Meskipun demikian, ditegaskan bahwa kebijakan ini bukan karena masalah pasokan BBM di Indonesia.

Source link