Malaysia Pangkas Kuota BBM Subsidi, RI Gimana? Analisis Bahlil

by -72 Views

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan tanggapannya terkait kebijakan Malaysia yang memotong kuota subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Bahlil menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak memiliki rencana untuk mengadopsi kebijakan serupa dalam waktu dekat untuk menghindari membebani daya beli masyarakat. Meskipun terjadi perubahan dinamika pasar energi global yang cepat, pemerintah Indonesia tetap memantau situasinya. Saat ini, alokasi dan harga BBM bersubsidi di dalam negeri tetap stabil tanpa adanya perubahan.

Meskipun pemerintah masih merumuskan kemungkinan skema pembatasan BBM bersubsidi agar lebih tepat sasaran, Bahlil menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mengonsumsi energi secara efisien di dalam negeri. Hal ini sebagai langkah mitigasi yang penting di tengah ketidakpastian global. Di sisi lain, Malaysia, melalui Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim, telah mengumumkan kebijakan menurunkan kuota BBM Subsidi jenis bensin RON 95 menjadi 200 liter per bulan mulai 1 April 2026. Meskipun demikian, harga bensin tersebut tetap stabil, tetap di RM 1,99 per liter.

Anwar Ibrahim menegaskan bahwa Malaysia mempertahankan harga BBM RON 95 tersebut dengan tujuan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat. Dalam pengumumannya, Anwar menyebutkan bahwa mayoritas masyarakat Malaysia hanya menggunakan 100 liter Budi95 per bulan, sehingga penurunan kuota tidak akan terlalu berdampak pada kebanyakan masyarakat. Meskipun Malaysia mengambil langkah penyesuaian kuota subsidi BBM, Indonesia tetap mempertahankan kestabilan harga dan alokasi BBM bersubsidi tanpa rencana perubahan dalam waktu dekat.

Source link