Kritik Mentan RI terhadap Impor Menir Meski Stok Beras Melimpah

by -69 Views

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mendorong langkah hilirisasi beras untuk menekan impor beras pecah atau menir yang selama ini masih masuk ke Indonesia. Ia menegaskan kebutuhan menir bisa dipenuhi dari stok dalam negeri dengan cara memecah beras utuh yang tersedia di gudang. Hal ini disampaikan Amran merespons wacana pengolahan beras yang sudah turun mutu menjadi tepung beras oleh Perum Bulog. Menurutnya, langkah tersebut tepat dan perlu diperluas untuk menggantikan impor menir. Amran mengatakan, daripada mengimpor, pemerintah dapat mengolah beras yang ada menjadi menir sesuai kebutuhan industri. Proses pemecahan beras bisa menjadi solusi cepat untuk memenuhi kebutuhan tanpa harus bergantung pada pasokan luar negeri. Selama ini impor menir bisa mencapai ratusan ribu ton per tahun, padahal stok dalam negeri dinilai mencukupi. Amran juga memastikan kebijakan hilirisasi beras ini bisa dilakukan kapan saja, mengingat ketersediaan stok saat ini dalam kondisi melimpah. Sebelumnya, pemerintah masih mencatat adanya impor beras jenis tertentu, termasuk menir, untuk kebutuhan industri. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), impor beras pada Oktober 2025 tercatat sebesar 40,7 ribu ton. Secara kumulatif, impor beras sepanjang Januari hingga Oktober 2025 mencapai 364,3 ribu ton dengan nilai US$178,5 juta atau setara Rp2,97 triliun. Seluruh impor tersebut merupakan beras khusus dan industri, bukan beras medium untuk konsumsi umum. Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian Moch Arief Cahyono menjelaskan, beras impor yang masuk mayoritas berupa beras pecah 100% atau menir (HS 1006.40.90) yang digunakan sebagai bahan baku industri. Selain itu, impor juga mencakup beras khusus untuk kebutuhan tertentu seperti penderita diabetes, serta beras untuk restoran dan hotel. Termasuk pula varietas khusus seperti basmati, jasmine, dan japonica yang memang tidak diproduksi di dalam negeri.

Source link