Britney Spears telah menjual hak katalog musiknya, mengikuti jejak sejumlah musisi besar dunia. Kesepakatan ini diumumkan setelah berakhirnya negosiasi dengan Primary Wave pada akhir Desember. Kabar ini disiarkan oleh TMZ dan media hiburan lainnya, meski nilai transaksi tidak diungkap secara detail, kesepakatan ini dianggap sebagai “kesepakatan bersejarah”.
Katalog musik yang dijual mencakup beberapa lagu hits Britney Spears seperti “…Baby One More Time”, “Toxic”, “Oops!… I Did It Again”, “Womanizer”, dan “I’m a Slave 4 U”. Laporan dari Variety menunjukkan bahwa mungkin saja yang juga dijual adalah hak royalti Britney Spears, mengingat hak rekaman musiknya dikelola oleh Sony Music. Primary Wave sendiri dikenal sebagai penerbit musik independen yang mengelola karya-karya musik ikonik dari berbagai artis seperti Prince, Whitney Houston, Bob Marley, dan Ric Ocasek dari The Cars.
Langkah Britney Spears ini sejalan dengan keputusan Justin Bieber pada tahun 2023 yang menjual hak katalog musiknya. Spears memiliki kredit penulisan lagu untuk hampir 40 lagu dalam katalognya, termasuk lagu-lagu seperti “Everytime”, “Me Against the Music”, dan “Work Bitch!”. Meskipun Britney terakhir merilis album studio pada tahun 2016, ia belum kembali ke panggung sepenuhnya sejak menutup tur “Piece of Me” pada tahun 2018 dan menunda residensi “Domination” di Las Vegas.
Melalui penjualan hak katalog musik ini, Britney Spears bergabung dengan daftar musisi global yang memilih memonetisasi karya mereka melalui kesepakatan besar dengan perusahaan investasi musik.

