Bruce Willis dan Keluarganya Memberikan Donor Otak untuk Penelitian Medis
JAKARTA – Aktor Bruce Willis bersama keluarganya telah sepakat untuk mendonorkan otaknya setelah ia meninggal dunia. Keputusan ini diambil sebagai langkah untuk memerangi penyakit saraf yang belum memiliki obat yang efektif.
Dilansir dari laman Times Indonesia, Bruce Willis didiagnosis menderita demensia frontotemporal (FTD) sejak awal tahun 2023. Kemampuan kognitif dan komunikasinya terdampak signifikan, sehingga ia mengalami kesulitan berbicara dan memahami percakapan.
FTD adalah kelompok penyakit neurodegeneratif progresif yang merusak lobus frontal dan temporal otak, menyebabkan penyusutan pada area yang mengatur kepribadian, perilaku, dan bahasa. Penyakit ini sering menyerang usia lebih muda dibandingkan Alzheimer dan menyebabkan perubahan drastis pada perilaku sosial, emosi, serta kemampuan berbahasa.
Keluarga dan Dukungan untuk Bruce Willis
Emma Heming, istri Bruce Willis, menyatakan bahwa keluarga berharap dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi dunia ilmiah dengan mendonorkan otak Bruce Willis untuk penelitian. Meskipun diagnostic yang diterima Bruce Willis cukup mengejutkan bagi keluarganya, namun mereka tetap memberikan dukungan penuh.
Perubahan perilaku Bruce Willis akibat FTD telah membuatnya sulit untuk berkomunikasi dan mengingat sesuatu, namun keluarganya selalu berusaha untuk menjadwalkan aktivitas yang menyenangkan untuknya.
Bruce Willis adalah seorang aktor yang telah mencuri perhatian penonton melalui berbagai film box office seperti Die Hard, Armageddon, hingga The Sixth Sense. Ia juga telah meraih berbagai penghargaan bergengsi selama kariernya di dunia perfilman Hollywood.





