Keguguran Tragis: Ibu Hamil Kehilangan Janin pada Minggu ke-29

by -58 Views

Janin Meninggal karena Keterlambatan Penanganan Medis di Korea Selatan

Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Pemadam Kebakaran Korea Selatan melaporkan meninggalnya janin berusia 29 minggu akibat keterlambatan penanganan medis darurat di wilayah Cheongju. Tragisnya, hal itu dipicu karena sulitnya mencari rumah sakit rujukan yang bersedia menerima pasien di tengah krisis ketersediaan tenaga dokter spesialis.

Kronologi Pencarian Rumah Sakit

Melansir The Korea Times, petugas layanan darurat 119 di wilayah Heungdeok-gu, Cheongju, menerima panggilan darurat dari sebuah klinik kebidanan setelah seorang ibu hamil berusia 30-an tahun dilaporkan mengalami kondisi kritis pada detak jantung janinnya. Namun, sulitnya mencari rumah sakit yang bersedia menerima pasien menghambat penanganan medis selama berjam-jam.

Klinik tersebut sudah berupaya menghubungi enam rumah sakit di seluruh wilayah Chungcheong, termasuk Chungcheong Utara, Chungcheong Selatan, Daejeon, dan Sejong. Namun, pemindahan tidak mungkin dilakukan karena kurangnya spesialis yang tersedia di rumah sakit terdekat.

Setelah tidak mendapat respons positif dari rumah sakit lokal, petugas memperluas pencarian rujukan ke skala nasional. Rumah Sakit Universitas Dong-A di Busan akhirnya bersedia menangani pasien tersebut setelah beberapa waktu menunggu.

Penanganan dan Hasil Akhir

Pasien akhirnya diangkut menggunakan helikopter medis dan tiba di Busan setelah waktu tempuh sekitar tiga jam tiga puluh menit sejak panggilan darurat pertama kali dilakukan. Meskipun tim medis di Busan berusaha keras, janin tersebut tidak bertahan hidup akibat keterlambatan waktu tempuh dan prosedur administrasi pencarian rumah sakit.

Saat ini, sang ibu sedang menjalani prosedur operasi dan perawatan intensif di rumah sakit rujukan. Kasus ini menyoroti kendala sistemik pada layanan kesehatan darurat di wilayah luar ibu kota Korea Selatan, yang semakin menjadi perhatian publik.

Source link