Lucas di Grassi Siap Beralih ke Peran Manajemen Setelah Pensiun Sebagai Pembalap
Lucas di Grassi berpotensi memasuki peran manajemen di Lola atau membantu membentuk regulasi Formula E di masa depan setelah pensiun pada akhir musim 2025-26. Pembalap asal Brasil ini mengumumkan minggu lalu bahwa dia akan pensiun sebagai pembalap profesional setelah karier cemerlangnya di berbagai kategori, termasuk Formula 1, World Endurance Championship, dan Formula E.
Pengaruh di Grassi di Luar Sirkuit
Di Grassi telah memainkan peran besar di luar lintasan balap, terutama dalam pengembangan Formula E. Sebagai pembalap pertama yang memenangkan balapan di kategori tersebut, ia menjadi penggemar setia mobil listrik dan beralih dari mesin pembakaran.
Formula E akan segera memasuki era Gen4 dengan mobil yang lebih bertenaga dan kecepatan yang mendekati Formula 1. Meskipun banyak pembalap ingin turun di lintasan dengan mobil baru ini, di Grassi melihatnya sebagai momen yang tepat untuk beralih fokus ke pengaruh di luar balapan.
Kendaraan Gen4 dan Masa Depan Formula E
Di Grassi telah terlibat dalam pengembangan powertrain Lola untuk Gen4 dan berpotensi mengambil peran lebih besar dalam perusahaan ini. Pada saat yang bersamaan, ia juga mempertimbangkan untuk mempengaruhi masa depan Formula E secara langsung.
Menanggapi langkah selanjutnya, di Grassi menyatakan, “Saya melihat ada peluang besar pada Gen4 untuk tim dan kejuaraan. Saya juga merasa perlu untuk memastikan bahwa dengan Gen5 kita menciptakan mobil balap tercepat di dunia, sehingga masih ada langkah besar yang harus diambil dari Gen4 ke Gen5.”
Mark Preston, pimpinan tim Lola, juga memberikan dukungan terhadap rencana masa depan di Grassi setelah pensiun, membuka kemungkinan bagi sang pembalap untuk tetap terlibat dalam tim setelah pensiun.





