7 Hari Drama AS-Iran di Selat Hormuz, Aksi Trump Bikin Bingung

by -148 Views

AS dan Iran: Kisah 7 Hari Dramatis di Selat Hormuz

Jakarta, CNBC Indonesia – Ketegangan di wilayah Timur Tengah selalu menjadi sorotan dunia. Dalam seminggu terakhir, hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Selat Hormuz semakin memanas dan kompleks. Tabir diplomasi pun terus terkuak, memunculkan berbagai peristiwa yang dramatis.

Perang Tangguh di Selat Hormuz

Pada Jumat, 1 Mei 2026, mulut pejabat Amerika mengumumkan adanya gencatan senjata di tengah ketegangan. Namun, pemuncakannya dimulai sejak AS meluncurkan “Project Freedom”. Langkah AS ini melawan blokade Iran yang terjadi di Selat Hormuz, sementara Iran merespons dengan memblokade pelabuhan AS.

Sabtu, 2 Mei 2026, Trump memberikan pernyataan kontroversial saat merujuk pada tindakan Angkatan Laut AS. Di sisi lain, harga minyak global terancam ketika harga minyak jenis Brent mengalami fluktuasi signifikan.

Minggu, 3 Mei dan Senin, 4 Mei 2026, terjadi puncak ketegangan. Operasi “Project Freedom” diluncurkan, menyulut konflik fisik antara kedua negara. Ancaman pemusnahan dari Trump juga membayangi Selat Hormuz.

Negosiasi dan Keheningan Sementara

Pada Selasa, 5 Mei 2026, Menteri Pertahanan AS menyatakan keberhasilan AS mengamankan Selat Hormuz. Namun, fakta baru muncul ketika Trump memutuskan untuk menghentikan “Project Freedom” hanya dalam waktu sehari setelah aksinya.

Rabu, 6 Mei 2026, harapan baru tercipta saat kabar damai mulai merebak. Namun, Trump kembali memberikan ancaman melalui media sosial, menegaskan kesiapan AS untuk mengintensifkan serangan jika Iran tidak tunduk.

Terakhir, Kamis, 7 Mei 2026, diwarnai ancaman Arab Saudi untuk menutup ruang udara AS. Bentrokan di Selat Hormuz masih terus berlangsung, meski Trump meremehkan situasi dengan menyebutnya sebagai ‘tepukan sayang’.

Demikianlah, kisah dramatis antara AS dan Iran di Selat Hormuz dalam tujuh hari terakhir. Suasana ketegangan dan perang mulai terasa, mengguncang stabilitas pasar energi dunia dan mempertanyakan arah diplomasi kedua negara.

Source link