Presiden Mesir Ditembak Mati Setelah Umumkan Damai Israel

by -126 Views

Presiden Mesir Dibunuh Pasca Perjanjian Damai dengan Israel

Jakarta, CNBC Indonesia – Perdamaian antara sejumlah negara Arab dengan Israel kerap memicu perdebatan tajam dan perpecahan di dalam negeri. Hal ini terutama terjadi di negara yang warganya dikenal vokal menentang zionisme. Salah satu peristiwa paling tragis terjadi di Mesir, ketika Presiden Anwar Sadat (1970-1981) tewas dibunuh oleh tentaranya sendiri, tak lama setelah menandatangani perjanjian damai dengan Israel.

Peristiwa Tragis di Parade Militer Kairo

Peristiwa itu terjadi pada 6 Oktober 1981 saat Sadat menghadiri parade militer besar-besaran di Kairo. Parade tersebut digelar untuk memperingati keberhasilan pasukan Mesir menyeberangi Terusan Suez dan menembus pertahanan Israel dalam Perang Yom Kippur tahun 1973. Seperti halnya pemimpin negara lain, Sadat duduk di tribun utama dengan pengamanan super ketat. Namun, tanpa disadari, pasukan militer Mesir telah disusupi kelompok yang ingin menghabisi nyawa sang presiden.

Otak di Balik Serangan

Otak di balik serangan itu adalah Letnan Khalid Islambouli, anggota kelompok radikal Jihad Islam Mesir. Kelompok ini muncul sebagai reaksi keras terhadap kebijakan Sadat yang dianggap berkhianat terhadap perjuangan Palestina. Sadat menandatangani Perjanjian Damai Camp David dengan Perdana Menteri Israel Menachem Begin pada 26 Maret 1979, yang menuai gelombang penolakan di dalam negeri.

Banyak kalangan, termasuk kelompok militer dan ulama garis keras, menganggap Sadat mengkhianati perjuangan Arab. Dari situ lahirlah kelompok Jihad Islam Mesir, yang kemudian merencanakan pembunuhan terhadap sang presiden. Khalid Islambouli, yang melancarkan aksinya dalam parade militer 1981, berhasil ditangkap dan divonis mati pada 15 April 1982.

Source link