Misteri Setan Terkuat yang Dilepaskan Putin

by -67 Views

Rusia Uji Rudal Nuklir Terkuat di Dunia, “Satan II” Menyeramkan!

Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Rusia Vladimir Putin kembali memamerkan kekuatan nuklir Moskow di tengah perang Ukraina yang belum benar-benar berakhir. Pada Selasa lalu, Rusia menguji coba rudal balistik antarbenua terbaru RS-28 Sarmat, senjata yang oleh Barat dijuluki “Satan II”, dan diklaim Kremlin sebagai rudal paling kuat di dunia.

Senjata Make Over: Sarmat, Rudal Nuklir Generasi Baru

Uji coba rudal Sarmat dilakukan hanya beberapa hari setelah Putin menyatakan perang Ukraina mulai mendekati akhir. Dalam pidatonya, Putin menyebut rudal nuklir generasi baru tersebut akan segera masuk layanan tempur pada akhir tahun ini sebagai bagian dari modernisasi besar-besaran arsenal nuklir Rusia.

“Ini adalah rudal paling kuat di dunia,” kata Putin mengenai rudal Sarmat, dikutip Jumat (15/5/2026). Ia menambahkan daya gabungan dari hulu ledak independen rudal tersebut “lebih dari empat kali lipat” dibandingkan rudal sejenis milik negara-negara Barat.

Sarmat dirancang untuk menggantikan rudal era Soviet Voyevoda yang sudah menua. Rudal itu merupakan bagian dari strategi Rusia memperbarui sistem persenjataan nuklirnya di tengah rivalitas yang terus memanas dengan Amerika Serikat dan NATO.

Jangkauan Luar Biasa Rudal Sarmat

Rudal RS-28 Sarmat merupakan rudal balistik antarbenua berbasis darat yang dirancang untuk membawa senjata nuklir dengan jangkauan minimal 5.500 kilometer. Namun Putin mengeklaim kemampuan sebenarnya jauh melampaui itu.

Menurutnya, Sarmat memiliki jangkauan lebih dari 35.000 kilometer, lebih jauh dibandingkan sistem rudal Barat mana pun. Putin juga mengklaim rudal tersebut mampu “menembus semua sistem pertahanan antirudal yang ada saat ini maupun di masa depan.”

Meski demikian, para analis Barat memperkirakan jangkauan realistis Sarmat berada di sekitar 18.000 kilometer. Angka itu tetap cukup untuk menjangkau seluruh wilayah Amerika Serikat langsung dari Rusia.

Jika klaim Putin soal jangkauan 35.000 kilometer benar, maka rudal itu secara teoritis bisa mencapai hampir seluruh target di planet ini.

Arsenal Nuklir Terbaru Rusia

Rusia juga terus memperkenalkan sederet senjata generasi baru lainnya. Adapun Moskow telah meluncurkan kendaraan luncur hipersonik Avangard yang diklaim mampu melaju 27 kali kecepatan suara. Sistem tersebut bahkan disebut sudah mulai dioperasikan.

Rusia juga mengembangkan rudal balistik jarak menengah Oreshnik yang mampu membawa senjata nuklir. Versi konvensional rudal itu sudah dua kali digunakan untuk menyerang Ukraina. Dengan jangkauan hingga 5.000 kilometer, Oreshnik disebut mampu menjangkau seluruh target di Eropa.

Putin juga mengumumkan Rusia kini berada pada “tahap akhir” pengembangan drone bawah laut nuklir Poseidon serta rudal jelajah Burevestnik yang menggunakan reaktor atom mini sebagai sumber tenaga.

Langkah Rusia memamerkan senjata-senjata baru ini disebut tidak lepas dari kekhawatiran Moskow terhadap sistem pertahanan rudal Amerika Serikat. Putin menyebut pengembangan arsenal baru Rusia merupakan respons terhadap pembangunan perisai rudal AS setelah Washington keluar dari perjanjian pembatasan pertahanan rudal era Perang Dingin pada 2001.

Pada hari yang sama, Kantor Anggaran Kongres AS merilis analisis bahwa rencana Presiden Donald Trump membangun sistem pertahanan rudal baru bernama “Golden Dome” akan menelan biaya US$1,2 triliun dalam 20 tahun ke depan.

Source link