AS Sukses Tekan Kuba: BBM Kosong, Listrik Padam 22 Jam Sehari

by -51 Views

CIA Menguatkan Tekanan ke Kuba Terkait Pasokan Minyak

Jakarta, CNBC Indonesia – Direktur badan intelijen Amerika Serikat (CIA) John Ratcliffe melakukan perjalanan ke Kuba pada hari Kamis, dengan tujuan memberikan peringatan kepada pemerintah terkait kebijakan ekonomi dan keamanan yang dijalankan di negara tersebut. Perjalanan Ratcliffe ini terjadi setelah pemerintah Kuba mengakui kehabisan pasokan bahan bakar minyak.

Kedatangan Ratcliffe di Kuba

Ratcliffe, sebagai pejabat pemerintahan Trump, menjadi salah satu pejabat tinggi AS pertama yang berkunjung ke Kuba selama periode ini. CIA menyatakan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk menyampaikan pesan penting dari Presiden AS, Donald Trump, terkait kebutuhan reformasi di Kuba.

Selama kunjungannya, Ratcliffe bertemu dengan sejumlah pejabat Kuba, termasuk Raúl G. Rodríguez Castro atau “Raulito”, seorang tokoh yang memiliki pengaruh di Kuba. Kedatangan Ratcliffe ini juga terjadi di tengah upaya jaksa federal di Miami untuk mengajukan dakwaan terhadap Castro senior atas beberapa tuduhan, termasuk terkait perdagangan narkoba dan insiden penembakan pesawat Brothers to the Rescue pada tahun 1996.

Kekurangan Pasokan Minyak di Kuba

Masalah utama yang dihadapi Kuba saat ini adalah kekurangan pasokan minyak. Menteri energi dan pertambangan Kuba, Vicente de la O Levy, mengumumkan bahwa pasokan minyak di negara tersebut telah habis, yang menyebabkan pemadaman listrik hingga 22 jam sehari. Kuba mengalami krisis energi akut selama dua tahun terakhir karena berbagai faktor, termasuk infrastruktur yang rusak dan berkurangnya pasokan minyak dari Venezuela.

Sanksi yang diberlakukan oleh Amerika Serikat terhadap Kuba, termasuk pembatasan impor minyak, juga berdampak pada kondisi energi di negara tersebut. Meskipun Kuba menerima kiriman minyak dari Rusia baru-baru ini, namun upaya untuk mengakhiri ketergantungan pada pasokan luar tetap menjadi tantangan bagi pemerintah Kuba.

Pemerintahan Trump telah menekankan perlunya perubahan fundamental di Kuba, baik dari segi politik maupun ekonomi. Namun, hingga kini belum ada rincian konkret mengenai langkah-langkah yang diinginkan oleh AS untuk melihat perubahan di Kuba.

Source link