Kampanye Anti-KDRT di CFD Malang: Suamiku Lukaku Dukung Perempuan Berani bicara

by -71 Views

Kampanye Anti KDRT Warnai CFD Malang dengan Film Suamiku Lukaku

Suasana Car Free Day (CFD) di kawasan Jalan Ijen, Kota Malang, Minggu (17/5/2026), diwarnai dengan kampanye anti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Puluhan perempuan memperlihatkan keberanian mereka dengan membentangkan banner berisi pesan perlindungan perempuan sambil mempromosikan film Suamiku Lukaku yang diangkat dari kisah nyata.

Kampanye Sosial dan Pesan Perlindungan Perempuan

Kampanye ini menjadi bagian penting dari upaya untuk menyuarakan keberanian perempuan dalam menghadapi kekerasan dalam rumah tangga. Key Opinion Leader (KOL) Kota Malang, Wully Agustin, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya sekadar promosi film, tetapi juga membawa pesan sosial yang penting.

Wully menyatakan, “Hari ini kami tidak hanya mempromosikan film Suamiku Lukaku. Lebih dari itu, kami ingin memperluas kampanye sosial kepada masyarakat, khususnya perempuan, agar lebih berani berbicara ketika mengalami KDRT.”

Pentingnya Menghentikan KDRT

Isu KDRT masih menjadi persoalan yang sering terjadi di tengah masyarakat. Banyak korban KDRT yang memilih untuk diam. Oleh karena itu, melalui kampanye ini, diharapkan perempuan, termasuk ibu-ibu dan single parent, lebih berani bersuara dan melawan kekerasan dalam rumah tangga.

Film Suamiku Lukaku garapan sutradara Sharad Sharan menggambarkan kisah kekerasan rumah tangga yang masih sering terjadi. Dalam film ini, ditunjukkan bagaimana tindakan kekerasan fisik dan mental terhadap perempuan dapat merusak kehidupan.

Wully menegaskan, “Perempuan berhak untuk dihargai, dicintai, dan diperlakukan dengan layak dalam rumah tangga. KDRT tidak seharusnya terjadi. Perempuan layak dihormati dan tidak pantas disakiti.”

Film Suamiku Lukaku yang dibintangi oleh Baim Wong dan Acha Septriasa akan tayang mulai 27 Mei 2026. Sebelumnya, gala premiere film ini akan diadakan pada 19 Mei 2026 di bioskop Mopic Malang dan akan dihadiri oleh para pemain, termasuk Acha Septriasa yang membawa pesan penting, “perempuan berani bicara.”

Source link