JAKARTA – Film komedi horor terbaru milik sutradara Bayu Skak, Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, mendapat apresiasi atas dukungan Kementerian Ekonomi Kreatif dalam proses produksinya.
Bayu Skak mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan yang diberikan Kementerian Ekonomi Kreatif dalam menjembatani tim produksi dengan para pemangku kepentingan terkait di lokasi syuting film. Syuting film ini dilakukan di Gunung Kawi, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.
“Dukungan ada dari Kementerian Ekonomi Kreatif, Pak Menteri Riefky juga menyambungkan kami, menyambungkan ke Bupati Malang seperti itu, jadi ada rekomendasi gitu, itu membantu sekali loh,” ujar Bayu dalam konferensi pers pemutaran film di Jakarta Selatan.
Pendakian Gunung dan Rekomendasi Resmi
Seluruh proses pengambilan gambar adegan pendakian gunung dalam film dilakukan di Gunung Kawi. Bayu menyatakan bahwa surat rekomendasi resmi dari Kementerian membantu tim produksi dalam mengurus perizinan syuting di daerah tersebut.
Sekawan Limo 2: Gunung Klawih merupakan sekuel dari film Sekawan Limo yang sukses di box office Indonesia dengan lebih dari 2,5 juta penonton. Film ini dijadwalkan tayang mulai 27 Mei 2026 dan akan melanjutkan kisah petualangan lima sekawan: Bagas, Andrew, Lenni, Dicky, dan Juna.
Pesan Moral dalam Film
Selain komedi dan horor, Bayu menegaskan bahwa film ini juga mengandung pesan moral yang mendalam. Dia berharap Sekawan Limo 2: Gunung Klawih dapat menjadi ruang refleksi bagi penonton untuk memutus rantai kebencian dari masa lalu.
“Kita harus belajar bahwa pilu dibalas dengan pilu akan melahirkan pilu lagi. Jadi, jangan sampai melakukan hal seperti itu, kita harus bersatu padu,” tambah Bayu.





