Alternatif Baru Arab untuk Selat Hormuz: Proyek Mendekati Penyelesaian

by -48 Views

UEA Bangun Jalur Pipa Minyak Baru di Tengah Krisis Energi Global

Jakarta, CNBC Indonesia – Uni Emirat Arab (UEA) mempercepat pembangunan jalur pipa minyak baru yang dirancang untuk menghindari Selat Hormuz. Ini terjadi di tengah memanasnya perang Iran dan krisis energi global. Perusahaan energi nasional, Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC), mengatakan proyek tersebut kini hampir selesai 50%.

CEO ADNOC, Sultan Ahmed Al Jaber, mendesak perlunya mengurangi ketergantungan dunia pada jalur energi sempit yang rentan terhadap konflik geopolitik. Menurut Al Jaber, penutupan Selat Hormuz oleh Iran sejak awal Maret 2026 telah memicu gangguan pasokan energi paling parah dalam sejarah modern.

Jalur Pipe Baru untuk Meningkatkan Kapasitas Ekspor ADNOC

Pipa baru tersebut akan menggandakan kapasitas ekspor ADNOC melalui Fujairah, pelabuhan UEA di Teluk Oman yang berada di luar Selat Hormuz. Pembangunan jalur tersebut dipercepat setelah blokade Iran terhadap Selat Hormuz mengganggu ekspor minyak dan gas vital dari UEA dan negara-negara Teluk Arab lainnya.

UEA sebelumnya telah mengalihkan sebagian ekspor minyak melalui jalur pipa lama menuju Fujairah dengan kapasitas maksimal 1,8 juta barel per hari. Namun kapasitas tersebut dianggap belum memadai untuk mengatasi gangguan besar akibat blokade Iran.

Konsekuensi dan Harapan dari Proyek Pipa Baru

Penutupan Hormuz telah berdampak pada hilangnya lebih dari 1 miliar barel minyak dan 100 juta barel tambahan yang hilang setiap minggunya. Sultan Ahmed Al Jaber memperkirakan pipa baru itu baru akan beroperasi pada 2027 dan proses pemulihan pasokan energi membutuhkan waktu setidaknya empat bulan hingga normalisasi penuh pasokan dapat terjadi pada kuartal I atau kuartal II 2027.

Menteri Energi AS, Chris Wright, menyatakan bahwa pentingnya Selat Hormuz bagi pasar energi global kemungkinan akan menurun setelah perang Iran. Negara-negara Teluk diperkirakan akan semakin agresif membangun jalur pipa alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz.

Source link