Industri Jamu Indonesia: Melangkah ke Bisnis Wellness Modern

by -61 Views

Jakarta, CNBC Indonesia- Potensi industri jamu dan obat herbal nasional di Indonesia mencapai Rp 350 triliun per tahun, namun BBPOM menyebut masih terdapat ketergantungan terhadap impor produk farmasi. CEO PT Ultra Sakti, Harun Pramono, menegaskan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk bersaing di pasar obat herbal meskipun dibutuhkan upaya lebih untuk meningkatkan kualitas industri tradisional.

Peningkatan Kualitas Industri Obat Tradisional

PT Ultra Sakti sebagai produsen obat herbal berperan dalam mendorong edukasi terhadap UMKM di Indonesia agar dapat memenuhi standar BPOM, termasuk CPOTB. Meskipun pasar domestik obat herbal cukup besar dengan jumlah 40% penduduk Indonesia, syarat standar BPOM masih menjadi tantangan bagi UMKM.

Saat ini, dari 20.000 jabu berizin hanya 71 produk yang berhasil memenuhi kriteria Obat Herbal Terstandar (OHT). Ultra Sakti terus melakukan inovasi dalam pengembangan produk herbal dan OTC melalui penelitian formula serta pengemasan untuk menjangkau berbagai segmen pasar.

Eksplorasi Pasar dan Kesiapan Industri

Ultra Sakti juga tengah mempersiapkan ekspansi pasar di luar Jawa hingga mancanegara dengan memperkuat kanal penjualan. Langkah ini diharapkan dapat membantu industri obat herbal Indonesia naik kelas dan bersaing dalam produk wellness modern.

Berbagai aspek ini dibahas secara detail dalam dialog antara Serliana Salsabila dan CEO PT Ultra Sakti, Harun Pramono, dalam program Profit CNBC Indonesia pada Selasa, 19 Mei 2026.

Source link