Trump Dorong Negara Muslim Buka Hubungan dengan Israel – Analisis Pasca Perang Iran

by -66 Views

Trump Ajak Negara-Negara Muslim Buka Hubungan ke Israel

Pada konferensi telepon tingkat tinggi bersama para pemimpin Arab Saudi, UEA, Qatar, Pakistan, Turki, Mesir, Yordania, dan Bahrain, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendesak negara-negara Muslim dan Arab untuk segera membuka hubungan diplomatik dengan Israel melalui perluasan Kesepakatan Abraham.

Trump menyatakan harapannya agar lebih banyak negara mayoritas Muslim mengakui Israel dan bergabung dalam Abraham Accords setelah perang Iran berakhir.

Reaksi dan Tantangan dari Negara-Negara Arab

Pernyataan Trump ini memicu suasana hening, terutama dari Arab Saudi, Qatar, dan Pakistan yang masih belum memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel. Meski sebelumnya MBS membuka peluang hubungan dengan Israel, Riyadh tetap berhati-hati.

Arab Saudi menegaskan bahwa normalisasi hubungan dengan Israel hanya mungkin dilakukan jika ada jalur yang jelas menuju pembentukan negara Palestina, sementara pemerintah Israel masih menolak skema tersebut.

Upaya Membentuk Tatanan Baru di Asia Barat

Langkah Trump dinilai sebagai upaya membentuk ulang peta geopolitik Asia Barat dengan menjadikan Israel bagian dari poros baru kawasan. Melalui Abraham Accords, Israel berhasil menjalin hubungan resmi dengan sejumlah negara Arab seperti UEA, Bahrain, dan Maroko.

Gagasan Trump yang paling kontroversial adalah mengajak Iran ikut bergabung dalam Abraham Accords. Namun, gagasan tersebut dinilai hampir mustahil diwujudkan di bawah rezim Iran saat ini yang selama ini menolak mengakui Israel.

Source link