Pionir Formula 1 Nico Rosberg akhirnya mengakui bahwa tabrakan berbahaya dengan Lewis Hamilton kadang-kadang merupakan keputusan psikologis untuk tidak lagi mengalah dan meninggalkan sifat baiknya di lintasan.
Rosberg Meninggalkan Sifat Baik
Pertarungan gelar tahun 2016 antara rekan setim di Mercedes tetap menjadi salah satu rivalitas intra-tim paling ketat dalam sejarah kejuaraan.
Dalam sebuah podcast, Rosberg menjelaskan bahwa ia harus mengubah dirinya agar lebih kuat di lintasan, meskipun itu tidak alami baginya. Mantan pembalap itu bahkan membandingkan situasinya dengan pertarungan Lando Norris dan Max Verstappen.
Kekuatan dalam Visualisasi
Rosberg berhasil menjadi juara dunia pada tahun 2016 setelah berjuang ketat dengan rekan setimnya. Dia mengungkap bahwa keputusannya untuk menjadi lebih tegas di lintasan merupakan hasil dari visualisasi dan meditasi yang ia lakukan dengan tekun.





