Analisis Produksi Sumur RI: Bukti RI Sudah Bor Sumur ‘Bukan Migas Biasa’

by -90 Views

Pemerintah Mulai Menuai Hasil Pengembangan Migas Non Konvensional

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah mulai memetik hasil dari pengembangan minyak dan gas bumi (migas) non konvensional (MNK). Salah satu sumur perdana di Wilayah Kerja (WK) Rokan mampu memproduksi sekitar 500 barel minyak per hari (bph).

SKK Migas Percepat Penyelesaian Kerangka Regulasi Migas Non Konvensional

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan bahwa pemerintah bersama SKK Migas sedang mempercepat penyelesaian kerangka regulasi untuk mendukung implementasi migas non konvensional. Targetnya, regulasi ini dapat selesai pada akhir Juni 2026 sehingga implementasi pengembangan MNK dapat dimulai pada awal Juli mendatang.

“SKK Migas ingin kerangka regulasi selesai akhir Juni dan dapat diimplementasikan awal Juli. Kami berusaha agar sesuai dengan waktu yang ditentukan,” ujarnya.

Temuan Potensi Migas Non Konvensional di WK Rokan

Sebelumnya, PT Pertamina melaporkan temuan potensi minyak yang signifikan di WK Rokan. Temuan ini mencapai 724 juta barel minyak dari struktur MNK di wilayah tersebut, menjadi salah satu yang terbesar dalam 10 tahun terakhir.

Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza mengungkapkan bahwa penemuan ini merupakan yang terbesar dalam Pertamina Group. Potensi minyak tersebut baru dari satu struktur saja, dengan peluang MNK di Indonesia masih sangat terbuka lebar.

Source link