Tragedi Israel Tembak Mati Bayi Palestina: Kronologi Kasus 7 Bulan

by -83 Views

Insiden Penembakan Bayi Palestina di Tepi Barat Picu Kecaman Internasional

Sebuah peristiwa tragis terjadi di wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel. Seorang bayi Palestina berusia tujuh bulan, Sam Fahd Abu Haikal, tewas akibat tembakan tentara Israel saat berada di dalam mobil bersama keluarganya. Meski keluarga tersebut patuh pada perintah tentara untuk berhenti, namun nyawa Sam tidak dapat diselamatkan.

Detik-Detik Tragis yang Merenggut Nyawa Bayi

Dalam wawancara dengan surat kabar Israel Haaretz, ayah korban, Fahd Abu Haikal, membagikan kisah memilukan mengenai peristiwa tersebut. Sebuah peluru menembus tangannya sebelum mengenai Sam yang berada di gendongan ibunya. Keluarga tersebut, yang terdiri dari ayah, ibu, anak-anak, dan Sam, sedang melintas di Hebron ketika tentara Israel memberi isyarat berhenti.

Ayah korban menegaskan bahwa mereka berhenti sepenuhnya, dan suasana saat itu terang benderang sehingga tentara seharusnya dapat melihat dengan jelas siapa yang berada di dalam mobil. Namun, tembakan tetap dilakukan ke arah kendaraan tersebut.

Versi Berbeda Antara Keluarga Korban dan IDF

Militer Israel, atau Israel Defense Forces (IDF), memberikan versi berbeda mengenai insiden tersebut. Mengutip pernyataan IDF yang menyatakan pasukan di lokasi mengira kendaraan tersebut bergerak ke arah mereka, sehingga tembakan pun dilepaskan. IDF menyatakan bahwa sebagai hasilnya, tiga warga Palestina terluka dan dievakuasi untuk perawatan medis.

Abu Haikal membantah keras versi IDF. Menurutnya, tidak ada alasan bagi tentara untuk mengira mobil mereka sebagai ancaman. Ia menuntut penyelidikan menyeluruh dan pertanggungjawaban atas kematian putranya.

Reaksi dan Tuntutan Internasional

Kematian Sam Fahd Abu Haikal mencuatkan reaksi dan kecaman internasional. Konsulat Inggris di Yerusalem menyatakan keterkejutan dan duka atas kejadian tersebut. Mereka menyerukan investigasi dan pertanggungjawaban yang segera dan transparan.

Insiden ini juga mengungkit ingatan pada kasus serupa di masa lalu, di mana tentara Israel menembaki warga Palestina yang berujung pada kerugian nyawa. Data Perserikatan Bangsa-Bangsa menunjukkan angka kematian warga Palestina yang terus meningkat di Tepi Barat dan Yerusalem Timur sejak konflik dimulai, dengan ratusan korban anak-anak. Kelompok hak asasi Yesh Din juga mencatat bahwa jarang ada tentara Israel yang dijatuhi hukuman atas pelanggaran terhadap warga Palestina.

Source link